Selain Kulit dan Wajah, Berikut 7 Manfaat Vitamin E yang Harus Anda Dapatkan

Kebanyakan orang mungkin hanya mengenal fungsi vitamin E untuk kesehatan kulit dan wajah saja, padahal masih banyak sekali manfaat kesehatan yang bisa anda dapatkan darinya. Terlebih lagi, berbagai macam manfaat ini sudah dibuktikkan melalui penelitian yang dilakukan oleh para pakar dan ahli kesehatan.

Secara singkatnya, vitamin E termasuk ke dalam jenis mineral yang larut dalam lemak sekaligus bertindak sebagai antioksidan. Untuk mendapatkannya pun sangatlah mudah, anda bisa mengkonsumsi beberapa jenis buah-buahan dan sayuran yang sudah tersedia dengan mudah di sekitar kita.

Menurut National Institute of Health Office of Dietary Supplements, asupan harian vitamin E yang dibutuhkan tergantung dari usia anda saat ini. Diantaranya:

  • 0-6 bulan: 4 mg
  • 7-12 bulan: 5 mg
  • 1-3 tahun: 6 mg
  • 4-8 tahun: 7 mg
  • 9-13 tahun: 11 mg
  • 14 tahun ke atas: 15 mg
  • Ibu menyusui: 19 mg

Untuk mendapatkan asupannya secara alami dengan tepat, ada baiknya anda mengkonsumsi beberapa makanan sumber vitamin E seperti ikan trout, paprika merah, alpukat, minyak bunga matahari, dan kacang almond.

Lantas, keuntungan apakah yang bisa anda dapatkan? Dimulai dari menjaga kulit sehat hingga mengurangi resiko penyakit jantung, berikut adalah manfaat anda mengkonsumsi vitamin E dengan kadar tepat setiap harinya.

  1. Mengurangi Proses Penuaan

Vitamin E merupakan antioksidan. Artinya, ia bertugas dalam mencegah radikal bebas merusak sel-sel dalam tubuh anda. Radikal bebas sendiri sebenarnya merupakan molekul reaktif yang diproduksi oleh reaksi senyawa di dalam tubuh anda. Tetapi ketika radikal bebas tersebut menyerang sel-sel anda, maka anda pun beresiko terkena berbagai macam penyakit seperti demensia dan Alzheimer.

Radikal bebas tersebut kemudian akan memperpendek umur sel-sel tubuh melalui proses yang disebut stres oksidasi. Untuk itulah, tubuh anda membutuhkan vitamin E demi menetralisir ancaman tersebut.

Sebagian besar produksi radikal bebas berasal dari luar yang disebabkan oleh kebiasaan merokok atau terpapar polusi udara. Jika tidak segera dinetralisir, maka radikal bebas pun akan mengikat sel-sel dengan cara tertentu dan merusak protein serta DNA di dalam tubuh anda.

  1. Membantu Penderita Disfungsi Makula

Disfungsi makula merupakan penyakit mata genetik, dimana pada kasus yang sangat parah bisa membuat seseorang mengalami kebutaan secara permanen. Kondisi ini terjadi ketika area makula (bagian berbentuk pipih di tengah mata anda) menjadi rusak akibat radikal bebas.

READ  Tips Menghilangkan Jerawat Punggung Dengan Produk Rahasia

Untungnya, sebuah percobaan klinis di tahun 2006 yang melibatkan sebanyak 4800 orang menemukan bahwa kombinasi asupan vitamin E bersama dengan nutrisi lainnya mampu mengurangi resiko kebutaan hingga 19%, sekaligus memperlambat perkembangan disfungsi makula tersebut.

Adapun kadar vitamin E yang disarankan adalah 400 IU bersama dengan nutrisi seperti zinc oksida, tembaga, vitamin C, dan beta karoten, yang mana semua nutrisi ini bisa mencegah anda mengembangkan disfungsi makula ke dalam tingkat yang sangat parah.

  1. Meningkatkan Respon Imunitas

Cara terpraktis agar anda tidak gampang jatuh sakit adalah dengan meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh. Salah satu untuk melakukannya adalah dengan mendapatkan asupan vitamin E yang cukup setiap harinya.

Menurut Elizabeth Somer, MA, RD, seorang ahli gizi terdaftar dan anggota dewan penasihat medis untuk Persona mengatakan bahwa vitamin E tersebut nampaknya mampu meningkatkan kadar sejenis sel imun yang disebut T-limfosit atau Sel-T.

Sel-T sendiri merupakan sel darah putih yang memainkan peran penting terhadap sistem kekebalan tubuh kita. Terdapat dua jenis sel-T di dalam tubuh, yaitu Regulatory dan Sitotoksik.

Regulatory mengatur reaksi imunitas terhadap partikel asing sekaligus mencegah munculnya penyakit autoimun seperti penyakit iritasi usus dan diabetes tipe-1. Sementara sel sitotoksik akan menempel pada sel-sel yang telah terinfeksi oleh bakteri dan virus, lalu kedua biang penyakit tersebut akan dibunuh olehnya.

Dengan kata lain, asupan vitamin E dari waktu ke waktu juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh anda lebih jauh lagi, sehingga sangat penting untuk didapatkan terutama di tengah-tengah masa pandemi saat ini.

  1. Memperlambat Efek Alzheimer

Dikarenakan otak menggunakan lebih banyak oksigen, maka organ ini lebih rentan terkena stres oksidasi. Begitulah yang dikatakan oleh Debbie Petitpain, MS, RDN, seorang juru bicara untuk Academy of Nutrition and Dietetics.

Sementara vitamin E dapat mencegah kerusakan selular yang diakibatkan oleh oksigen, maka secara otomatis bisa membuat anda terhidar dari penurunan kognitif yang bisa mengarah pada penyakit Alzheimer.

Teori ini tentunya sudah dibuktikkan oleh penelitian di tahun 2014 yang dipublikasikan oleh JAMA terhadap 560 orang penderita Alzheimer tingkat ringan, yang mana menemukan bahwa asupan 2000 IU vitamin E per hari bisa mengurangi penurunan fungsional.

  1. Meningkatkan Kesehatan Pembuluh Darah
READ  Berbagai Masker dari Lemon Yang Layak Dicoba

Selain sel darah putih dan imunitas, vitamin E juga bahkan memainkan peran penting terhadap produksi sel darah merah dengan cara menjaga mereka terkena kerusakan oksidasi. Tetapi manfaatnya bisa meningkat jika digabungkan dengan vitamin K, dimana mampu membantu memperlebar pembuluh darah sehingga mengurangi kemungkinan pembekuan darah terjadi.

Sebuah makalah di tahun 2007 yang diterbitkan di Circulation menuliskan bahwa asupan 600 IU vitamin E per hari bisa mengurangi resiko mengembangkan “tromboemboli vena” sebanyak 21%, yaitu sebuah sebuah kondisi dimana gumpalan darah di ekstremitas berjalan ke paru-paru.

Meskipun sebenarnya pembekuan darah itu sangatlah penting demi memperlambat pendarahan setelah terkena luka atau goresan, tetapi bisa menjadi masalah serius jika terjadi pada pembuluh darah dan menyebar hingga paru-paru dan jantung. Kondisi ini bisa membuat anda mengalami nyeri dada, batuk, dan sulit bernafas.

  1. Mengurangi Gejala PMS

Penggunaan vitamin E juga bisa digunakan bagi anda yang ingin mengurangi berbagai macam gejala terkait PMS (premenstrual syndrome) seperti kecemasan, depresi, kram, dan gidam makanan.

Bahkan dalam sebuah penelitian di tahun 2016 yang dipublikasikan di Iranian Journal of Nursing and Midwifery yang melibatkan 86 wanita menemukan bahwa dengan mengkonsumsi suplemen vitamin E maka mampu mengurangi gejala PMS seperti kecemasan dan depresi secara lebih baik dibandingkan dengan vitamin D.

Sementara pada penelitian di tahun 2019 terhadap 210 wanita yang dipublikasikan di Obstetrics and Gynecology Science mengindikasikan bahwa asupan vitamin E dua hari sebelum datang bulan selama 3 hari berturut-turut mampu mengatasi kram akibat gejala dari PMS.

  1. Mencegah Kerusakan Ultraviolet

Meskipun luka bakar akibat sinar matahari tidak bisa dicegah oleh vitamin E saja, tetapi masih bisa digunakan jika digabungkan dengan tabir surya untuk penjagaan ekstra terhadap sinar ultraviolet.

Untuk bisa mendapatkan manfaatnya secara lebih efektif, seorang dokter kulit dari Henry Ford Hospital di Detroit bernama Olabola Awosika, MD, MS, menyarankan kita agar menggunakan tabir surya setiap hari agar terhindar dari kulit terbakar akibat paparan sinar matahari.

Olabola juga menambahkan bahwa vitamin E bisa digunakan bersama dengan tabir surya untuk melawan kerusakan oksidasi akibat sinar ultraviolet yang merusak.

Leave a Comment