Market Order – Pengertian, Contoh, dan Bedanya dengan Limit Order

[ad_1]

Istilah didalam dunia investasi sangat banyak. Salah satunya adalah market order. Market order adalah juga model order yang digunakan didalam pasar saham, pasar obligasi, maupun pasar forex.

Yuk, pahami pengertian market order dan perbedaannya bersama limit order agar kamu sanggup masuk dan muncul pasar secara tepat, serta mendapat keuntungan.

 

Apa Itu Market Order?

Market order
Market order

Dikutip dari Investopedia, market order adalah instruksi atau perintah dari investor kepada broker untuk membeli atau menjual saham, obligasi, maupun aset lain dengan harga terbaik saat ini.

Perintah market order paling baik digunakan untuk membeli atau menjual saham berkapitalisasi besar, komoditas berjangka, atau reksadana ETF (Exchange Traded Fund).

Market order adalah pilihan yang safe untuk saham dengan kapitalisasi besar, karena amat likuid atau gampang diperjualbelikan. Banyak pembeli dan penjual yang minat dengan aset saham kapitalisasi pasar yang besar.

Sehingga mungkin besar, investor bisa meraih harga yang mendekati harga terakhir di pasar. Market order adalah style transaksi yang paling lazim dilakukan di pasar saham. Ini adalah pilihan default di sebagian besar halaman transaksi broker online.

Kelebihan Market Order

Jika anda memanfaatkan aplikasi trading online yang di sajikan broker, kala mengklik tombol ‘beli’ atau ‘jual,’ dapat nampak formulir pemesanan yang wajib diisi pengguna. Apakah anda membeli atau menjual saham, berapa banyak saham, dan type harga.

Jenis harga default umumnya adalah harga pasar. Itu membuatnya menjadi market order. Investor tidak menentukan harga, namun bersedia membayar harga pasar kala ini.

Market order amat mungkin transaksi dieksekusi secepat barangkali pada harga yang diminta kala ini. Market order terhitung merupakan opsi bersama harga terendah.

Kelemahan Market Order

Kelemahan market order adalah tidak cukup bisa diandalkan selagi memperdagangkan investasi yang tidak cukup likuid, layaknya saham berkapitalisasi kecil di perusahaan yang tidak paham atau bermasalah. Saham-saham style ini diperdagangkan tipis, supaya bid-ask spread cenderung lebar.

Bid-ask spread adalah perbedaan pada harga tertinggi yang bersedia dibayar costumer untuk sebuah aset di pasar dan harga paling rendah yang bersedia diterima penjual. Kondisi ini mengakibatkan, market order terisi dengan lambat dan harga yang mengecewakan.

Baca Juga: Cara Beli Saham BRI Online, Setoran Awal dan Biayanya

Contoh Market Order

Contoh market order
Contoh market order

Contoh harga bid-ask saham ABCD sebesar Rp 3.000 dan Rp 3.500. Masing-masing permohonan 100 saham. Jika seorang trader order pembelian 500 saham, kemudian 100 saham pertama dibeli seharga Rp 3.500.

Lalu, 400 saham sisanya bagaimana? Jika saham diperdagangkan secara tipis, maka 400 saham seterusnya mungkin bakal dieksekusi di harga Rp 3.800 atau lebih.

Inilah mengapa sebaiknya mengfungsikan limit order untuk beberapa transaksi. Karena market order diisi dengan harga yang ditentukan oleh pasar. Sementara limit order berikan pemeriksaan lebih kepada trader.

Perbedaan Limit Order dan Market Order

Limit order tidak sama bersama market order. Limit order adalah instruksi kepada broker untuk membeli atau menjajakan bersama harga khusus atau harga yang ditentukan investor.

Limit order lebih disukai untuk membeli atau menjajakan aset yang diperdagangkan tidak tebal atau benar-benar fluktuatif. Misalnya saham bersama kapitalisasi pasar yang kecil.

Limit order memberi tambahan pengecekan yang lebih besar kepada investor. Sebab, sangat mungkin investor untuk menetapkan harga membeli maksimum atau harga menjual minimal yang bisa di terima waktu melaksanakan pemesanan. Pesanan akan diproses cuma jikalau aset raih harga tersebut.

Baca Juga: 5 Broker Saham Terbaik di Indonesia, Investasi Aman dan Cuan

Kelebihan Limit Order

Limit order
Limit order

Limit order dapat digunakan untuk beberapa keadaan. Inilah yang menjadi kelebihan limit order.

  • Jika saham diperdagangkan tipis atau sangat fluktuatif harganya, investor dapat mengatur waktu penjualan untuk kenaikan harga berikutnya
  • Jika investor telah menentukan harga yang dapat diterima sebelumnya, limit order akan siap dan menunggu (catatan jangan centang opsi “good for day” bila kamu menggunakan aplikasi trading online, kecuali jika kamu ingin pesanan tersebut hilang pada penutupan sesi perdagangan)
  • Limit order biasanya dipakai oleh trader profesional dan trader harian yang ingin dapat untung dengan membeli dan menjual saham dalam jumlah besar dan sangat cepat dengan memanfaatkan perubahan kecil di dalam harga
  • Sangat menarik dilakukan untuk saham dengan volume rendah dan tidak terdaftar di papan utama, yang memungkinkan sulit menemukan harga sebenarnya.

Kelemahan Limit Order

  • Beberapa broker mengenakan biaya lebih tinggi untuk transaksi yang melibatkan limit order
  • Lebih rumit dieksekusi daripada market order
  • Berisiko jika harga pasar yang sebenarnya tidak pernah jatuh dalam pedoman limit order, order investor mungkin gagal dieksekusi
  • Harga target akhirnya dapat tercapai, tetapi tidak cukup likuiditas dalam stok untuk memenuhi pesanan saat gilirannya tiba
  • Limit order terkadang menerima sebagian isi atau tidak ada isi sama sekali karena batasan harganya.

Selalu Pantau Bid-Ask Spread Sebelum Melakukan Market Order

Setiap kali trader melakukan market order, dia bersedia membeli pada harga yang diminta atau menjual pada harga penawaran. Jadi, orang yang melakukan market order segera melepaskan bid-ask spread.

Sebaiknya lihat lebih dekat pada bid-ask spread sebelum menempatkan market order, terutama untuk saham yang diperdagangkan tipis. Kegagalan untuk melakukannya bisa mahal. Ini sangat penting bagi orang yang sering trading menggunakan sistem perdagangan otomatis.

Baca Juga: Right Issue – Arti, Contoh, dan Cara Membeli Saham Right Issue

[ad_2]

Source link

About admin

Check Also

Mau Berutang? Pertimbangkan 5 Hal Penting Ini!

[ad_1] Memiliki kondisi keuangan yang stabil dan berkecukupan merupakan impian semua orang. Namun, pada kenyataannya …

Leave a Reply

Your email address will not be published.