Inilah 6 Manfaat Daging Ayam Untuk Kesehatan

Dimulai dari awam goreng hingga ayam geprek, daging unggas yang satu ini termasuk ke dalam salah satu jenis makanan terpopuler di Indonesia. Selain rasanya yang enak dan halal, daging ayam juga dikenal mengandung sejumlah nutrisi penting dan mudah untuk didapatkan.

Daging ayam pun sangat ramah dikonsumsi oleh hampir segala usia dan golongan di seluruh dunia. Sebagai salah satu sumber protein terbaik, lauk pauk ini memainkan peran penting dalam menjaga otot-otot anda, sehingga sangat cocok dikonsumsi bagi siapa saja yang ingin menjalani gaya hidup sehat.

Menurut USDA, dari 100 gram daging ayam saja sudah bisa memberikan anda 239 kalori, 27,3 gram protein, 16,6 gram lemak, 8,31 gram lemak tak jenuh, 182 mg fosfor, 223 mg kalium, dan 82 mg natrium. Kemudian, dilengkapi dengan sejumlah vitamin seperti vitamin B12, niasin, vitamin B6, asam pantotenat, vitamin E, vitamin K, dan masih banyak lagi.

Untuk alasan inilah, dengan memasukkan makanan ini ke dalam diet anda, sudah pasti bisa memberikan sejumlah manfaat yang sangat memukau. Ingin tahu apa sajakah itu? Berikut adalah manfaat mengonsumsi daging ayam untuk kesehatan anda.

1. Mengurangi Berat Badan

Pernahkah anda melihat pola makan sehat yang tanpa menyertakan daging ayam? Tentunya tidak, kan? Hal ini karena daging ayam termasuk ke dalam jenis makanan sehat yang mampu mendukung diet seimbang yang mungkin tengah anda jalani saat ini.

Kemampuannya dalam menurunkan berat badan disebabkan karena kandungan proteinnya yang tinggi tetapi rendah lemak. Protein sendiri telah terbukti mampu memberikan perasaan kenyang dan kepuasaan sehingga mencegah anda makan berlebih. Ditambah lagi, nurisi tersebut bisa membantu meningkatkan pembakaran lemak dan metabolisme.

Bagian ayam yang bisa anda pilih untuk menunjang manfaat yang satu ini adalah dada tanpa kulit dan paha. Bahkan paha ayam disebut memiliki nilai fantastis untuk kadar protein yang dimilikinya. Meskipun masih mengandung lemak jenuh, tetapi kandungan lemak tak jenuhnya masih jauh lebih melimpah.

Tetapi tetap hindari ayam goreng atau ayam pedas yang berasal dari tempat makan atau restoran di luar sana. Selain anda tidak tahu bagaimana sajian tersebut diolah, sebagian besar makanan cenderung mengandung lebih banyak kalori. Dengan begitu, memasak ayam sendiri di rumah lebih disarankan jika anda ingin menurunkan berat badan.  

Penelitian sendiri telah menemukan bahwa daging ayam memiliki profil nutrisi yang sangat baik secara keseluruhan. Kandungan seperti protein, mineral, dan vitamin yang dimilikinya dinilai tinggi secara biologis dengan tanpa harus menambahkan lemak berlebih. Bahkan sebagian besar lemaknya saja berjenis tak jenuh yang menyehatkan, sehingga cocok dikonsumsi oleh segala usia.

2. Meningkatkan Kesehatan Tulang

Disamping protein, jangan lupa jika daging ayam pun dikemas dengan sejumlah kalsium dan fosfor, yang mana keduanya merupakan mineral penting dalam menjaga tulang anda yang sehat dan kuat. Mengonsumsi daging ini pun telah terkait dengan berkurangnya resiko terkena arthritis.

Seiring dengan berjalannya usia anda, maka massa tulang pun akan semakin berkurang. Inilah salah satu alasan kenapa orang lanjut usia mengembangkan sebuah penyakit yang kita kenal dengan sebutan osteoporosis, terutama bagi mereka yang malas mengonsumsi makanan sumber kalsium.

Sementara itu, daging ayam tanpa kulit bersama dengan daging rendah lemak lainnya telah dikenal mampu memberikan anda sejumlah protein dan kalsium sehingga bisa mendukung kepadatan tulang dan pertumbuhan jaringan di tubuh.

3. Mengatasi Stres

Jika anda selalu mengalami stres dari waktu ke waktu, cobalah untuk meningkatkan asupan triptofan anda. Dikenal pula dengan sebutan vitamin B5, nutrisi ini tentunya tersedia dalam dosis yang sangat baik dari daging ayam.

Asam amino triptofan tersebut bertugas dalam menenangkan pikiran anda. Jadi tak heran jika kebanyakan orang akan merasa mengantuk dan santai setelah mengonsumsi daging yang satu ini, terutama jenis ayam kalkun.

Bahkan terdapat ekstrak daging ayam yang dijual di pasaran, di mana telah sering digunakan oleh sebagian negara Asia sebagai obat tradisional dalam mengatasi kelelahan psikologi. Kelelahan ini tentunya termasuk ke dalam gejala atau faktor resiko dari stres itu sendiri.

Dalam sebuah penelitian menemukan bahwa dengan mengonsumsi saripati ayam selama 10 hari ternyata mampu meningkatkan suasana hati pada pria dan wanita.

4. Meningkatkan Imunitas

Imunitas merupakan salah satu sistem tubuh yang paling penting untuk anda jaga dari waktu ke waktu dikarenakan kemampuannya dalam melawan segala bentuk penyakit yang datang, terutama di masa pandemi covid-19 saat ini.

Banyak cara yang bisa anda lakukan, dimulai dari menjalani gaya hidup sehat seperti berolahraga, hingga menjaga pola makan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh seperti daging ayam. Jadi tak heran jika sup ayam bisa menjadi salah satu obat yang ampuh dalam melawan flu.

Selain kemampuannya dalam meningkatkan sel-sel kekebalan tubuh, uap dari sup ayam tersebut berperan dalam membersihkan saluran hidung anda. Sifat anti radang dan protein dalam daging ayamlah yang berperan penting terhadap peningkatan sistem imunitas di tubuh anda.

5. Mengatur Tekanan Darah

Tekanan darah memang merupakan kondisi kesehatan yang hampir tak terlihat, tetapi dampaknya sangat serius pada kesehatan tubuh secara keseluruhan dan bisa memicu penyakit kronis yang mematikan.

Mengatur agar tekanan darah anda tetap stabil haruslah dilakukan baik melalui pola makan maupun gaya hidup yang sehat. Anda pun boleh memasukkan daging ayam sebagai bagian dari diet sehat anda.

Sebuah kolagen – sejenis protein yang terdapat dalam paha ayam – akan dipecah di dalam perut anda menjadi bentuk protein yang lebih kecil, sehingga bisa mengurangi tekanan darah anda secara signifikan.

Sebuah laporan dari Harvard Medical School menyarankan kita untuk mendapatkan setidaknya 2 porsi daging ayam per minggu sebagai pilihan yang sehat dan bisa dikombinasikan dengan jenis makanan sehat lainnya.

6. Mengurangi Kolesterol

Kadar lemak jenuh dan kolesterol dari dalam daging merah – seperti daging sapi dan daging domba – cenderung lebih tinggi jika kita bandingkan dengan jumlah yang terdapat di dalam daging ayam, ikan, dan sayuran.

Dengan begitu, American Heart Association lebih menyarankan kita untuk memilih daging ayam atau ikan jika anda sudah memiliki resiko terkena kolesterol tinggi yang mengarah pada perkembangan penyakit jantung. Tetapi pastikan pula anda tidak mengonsumsi daging ayam lebih dari 2 porsi seminggu karena berpotensi memberikan efek sebaliknya.

Dada ayam memiliki tingkat kolesterol terendah dibandingkan dengan potongan bagian tubuh lainnya, yang diikuti dengan paha, sayap, dan ceker ayam.

Bahkan terdapat sebuah pola makan bernama diet normoproteik yang hanya memasukkan daging ayam sebagai satu-satunya sumber makanan hewani. Pola makan ini berhasil memberikan efek positif terhadap kolesterol sebagai pengobatan alternatif terhadap para pasien diabetes tipe-2 dan mikroalbuminuria.

Mikroalbuminuria sendiri merupakan gejala awal adanya gangguan ginjal pada tubuh seseorang yang ditandai dengan munculnya protein albumin di dalam urin sektar 30-300 mg per hari. Jika tidak segera mendapatkan perawatan, maka albumin tersebut akan meningkat di atas 300 mg per hari dan berubah menjadi proteinuria yang sangat sulit untuk diobati.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *