usus buntu

Gejala Penyakit Usus Buntu! Kok Bisa Mematikan ya?

Saluran pencernaan merupakan salah satu organ tubuh yang paling rentan terkena penyakit tertentu. Faktor resikonya berbeda dari satu jenis ke jenis yang lainnya. Misalnya, sebuah penyakit yang kita sebut dengan radang usus buntu merupakan satu dari sekian banyaknya penyakit berbahaya yang harus anda tangani secara cepat.

Penyakit usus buntu sendiri merupakan kondisi peradangan dan infeksi di area usus buntu anda, yang mana seringkali disebabkan karena adanya penyumbatan akibat penumpukan lendir, parasit, atau – yang paling umum adalah – kotoran anda sendiri.

Tetapi sebelum anda buru-buru mencari gejala dan pencegahannya, pastikan untuk mengetahui terlebih dahulu apa itu penyakit usus buntu dan bagaimana ia bisa mengancam nyawa seseorang.

Apa itu Usus Buntu?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, usus buntu merupakan peradangan yang disebabkan karena adanya sumbatan di area tersebut. Saat terjadi penyumbatan tersebutlah, bakteri dapat berkembang biak dengan sangat cepat di dalam organ anda. Kondisi ini pun membuat usus buntu anda menjadi teriritasi dan bengkak, yang pada akhirnya menyebabkan peradangan.

Dikenal pula dengan sebutan apendiks atau apendisitis, usus buntu sendiri terletak di sisi kanan bawah perut yang berupa kantong sempit berbentuk seperti tabung dan menonjol dari usus besar anda.

Meskipun pada dasarnya usus buntu masih termasuk ke dalam bagian dari saluran pencernaan anda, tetapi sebenarnya ia hanya organ sisa. Artinya, anda masih bisa hidup sehat dan normal tanpanya dikarenakan bukan termasuk ke dalam fungsi vital.

Bahkan para peneliti sendiri masih belum tahu dan yakin mengenai fungsi dari usus buntu itu sendiri. Meskipun beberapa orang percaya bahwa organ sisa ini mengandung jaringan yang dapat membantu sistem kekebalan tubuh seseorang dalam memproses infeksi tertentu, tetapi masih belum ada bukti kuat yang mendukung teori tersebut.

Dengan begitu, usus buntu yang sehat masih belum diketahui secara pasti apakah organ ini memberikan manfaat atau fungsi penting terhadap tubuh atau tidak. Sebaliknya, jika usus buntu tersebut mengalami gangguan dan tidak mendapatkan perawatan secepatnya, maka berpotensi melepaskan bakteri berbahaya ke perut anda.

Infeksi tersebut kemudian disebut sebagai peritonitis, yaitu sebuah kondisi serius yang mengharuskan anda mendapatkan perawatan medis dengan segera.

Bahkan jika usus buntu anda pecah, maka bisa mengancam jiwa. Meskipun situasi ini jarang terjadi dalam kurun waktu 24 jam pertama munculnya gejala, tetapi resiko pecah tersebut akan semakin meningkat secara dramatis setelah 48 jam.

Dan inilah alasan kenapa gejala dan tanda dari usus buntu harus anda ketahui agar segera mendapatkan perawatan yang layak dan terhindar dari situasi yang berbahaya.

Gejala Usus Buntu Secara Umum

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua orang memiliki gejala yang sama. Beberapa dari anda mungkin hanya mendapatkan salah satu gejala yang kami rangkum di bawah ini, dan sebagiannya lagi mungkin bisa mengalami lebih dari dua jenis gejala di saat yang bersamaan.

Menurut Johns Hopkins Medicine, usus buntu bisa pecah setidaknya 48 hingga 72 jam setelah gejala muncul ke permukaan. Pastikan anda segera menghubungi dokter atau langsung lari ke rumah sakit jika mengalami beberapa gejala seperti di bawah ini.

1. Sakit Perut Semakin Parah

Gejala dari apendisitis atau usus buntu biasanya terjadi secara bertahap, dimulai dari nyeri tumpul, kram, hingga sakit di seluruh bagian perut. Saat usus buntu tersebut menjadi lebih membengkak dan meradang, maka berpontensi mengiritasi lapisan dinding perut yang dikenal dengan sebutan peritoneum.

Kondisi ini pun akan membuat anda merasakan sakit perut tepat di bagian kanan bawah perut. Bedanya dengan sakit perut biasa adalah apendisitis terasa lebih konstan dan parah dibandingkan dengan rasa sakit di awal gejala.

Tetapi perlu diketahui pula bahwa terkadang usus buntu bisa terletak di belakang usus besar bagi sebagian orang. Sehingga ketika peradangan terjadi, maka rasa sakit pun akan terasa di bagian punggung bawah atau nyeri panggul.

2. Demam Ringan

Gejala yang kedua adalah ditandai dengan munculnya demam ringan yang bisa meningkatkan suhu tubuh anda antara 37,2°C hingga 38°C. Sehingga tak jarang anda pun akan mengalami panas dingin yang parah.

Bahkan ketika usus buntu anda menjadi pecah, infeksi yang diakibatkannya pun dapat meningkatkan demam anda hingga 38,3°C bersama dengan detak jantung yang kencang.

3. Gangguan Pencernaan

Usus buntu juga bisa menyebabkan anda terkena mual dan muntah, dan berpotensi kehilangan nafsu makan atau bahkan tidak mampu memasukkan makanan sama sekali. Terkadang anda pun akan mengalami sembelit atau diare yang parah.

Jika anda kesulitan buang angin (kentut), kemungkinan gangguan usus buntu anda telah sampai pada tahap sebagian atau total. Pastikan segera menghubungi dokter secepat mungkin.

Gejala Usus Buntu Pada Anak-Anak

Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak kadang tidak mampu mendeskripsikan apa yang tengah mereka rasakan. Dengan begitu, penting bagi anda untuk memberikan perhatian lebih, atau bawa segera ke dokter untuk didiagnosa secara langsung.

Pastikan anda untuk tidak menebak-nebak penyakit atau menyepelekan gejala yang muncul. Hal ini karena apendisitis seringkali menyamar layaknya penyakit lain, termasuk sakit perut biasa, virus perut, atau infeksi saluran kemih (ISK).

Kasusnya sama seperti orang dewasa. Jika usus buntu anak anda tidak segera mendapatkan perawatan, maka akan menyebabkan usus buntu tersebut pecah dan mengancam jiwa. Bahkan disebutkan bahwa kondisi ini memiliki tingkat resiko kematian yang sangat tinggi pada bayi dan balita.

Segera bawa si buah hati anda ke dokter jika mereka terlihat memiliki gangguan seperti:

  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Perut kembung atau bengkak
  • Perut yang melunak
  • Sakit di bagian sisi kanan bawah perut

Sekali lagi, jangan pernah menyepelekan gejala dan penyakit usus buntu, terutama pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Faktor Resiko dan Pencegahan

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease di Amerika Serikat mengatakan bahwa usus buntu merupakan penyebab utama sakit perut dan mengharuskan penderitanya menjalani operasi. Resiko seseorang terkena pun akan semakin meningkat setelah memasuki usia antara 10 hingga 30 tahun tanpa memandang jenis kelamin.

Dikarenakan penyakit usus buntu ini bukanlah penyakit yang bisa diobati secara sederhana, maka ada baiknya anda mulai mengetahui penyebab dan melakukan pencegahan secepat mungkin.

Salah satu cara yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan menambahkan asupan serat pada pola makan anda. Serat tersebut lebih mudah ditemukan dalam berbagai macam buah-buahan dan sayuran.

Adapun beberapa pilihan yang terbaik termasuk raspberry, apel, pear, kacang hijau, brokoli, polong-polongan, kacang hitam, dedak, jelai, oatmeal, dan lain sebagainya.

Secara sederhanya, menambahkan asupan serat dapat mencegah anda terkena konstipasi dan membantu kebiasaan BAB anda tetap lancar. Dengan begitu, usus buntu pun bisa anda cegah secara alami tanpa operasi.

Tetapi jika anda saat ini sudah memiliki kondisi peradangan atau infeksi tepat di area perut anda, pastikan anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah itu disebabkan oleh apendisitis atau bukan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *