Preeklampsia di Masa Kehamilan

Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Cara Mengobati Preeklampsia di Masa Kehamilan

Pada saat anda menjalani masa kehamilan, anda harus tetap waspada terhadap berbagai macam gangguan kesehatan, dimulai dari yang paling ringan seperti mual, hingga jenis yang mengancam jiwa seperti preeklampsia.

Bagi anda yang belum tahu, preeklampsia merupakan sebuah kondisi khas yang terjadi pada masa kehamilan dimana ditandai dengan meningkatnya tekanan darah secara mendadak disertai dengan pembengkakan pada wajah, tangan, dan kaki.

Preeklampsia sendiri sudah termasuk ke dalam jenis komplikasi yang paling umum terjadi pada ibu hamil. Biasanya kondisi ini akan terus berkembang selama trimester ketiga dan mempengaruhi sekitar 1 dari 20 ibu hamil di seluruh dunia.

Parahnya, jika preeklampsia tersebut tidak segera ditangani dan diobati dengan benar, maka bisa berkembang satu tingkat menjadi eklampsia, dimana si ibu bisa mengalami kejang-kejang, koma, atau bahkan kematian. Namun untungnya, komplikasi preeklampsia bisa dihindari jika anda rajin memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Gejala Preeklampsia

Pada umumnya, preeklampsia hampir tidak memperlihatkan gejala apapun, sehingga akan sangat sulit bagi anda untuk segera mendapatkan perawatan. Tetapi masih terdapat beberapa tanda awal yang harus anda perhatikan, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) atau protein dalam urin (proteinuria).

Tetapi sekali lagi, kebanyakan wanita normal cenderung sulit untuk menyadari kedua tanda awal tersebut, sehingga tidak ada cara yang lebih baik untuk selalu memeriksakan diri ke dokter kandungan secara rutin.

Ketika preeklampsia tersebut semakin berkembang, maka tanda awal tahap kedua akan membuat ibu hamil mengalami retensi cairan (edema), sehingga tangan, kaki, dan wajah anda pun akan mulai mengalami pembengkakan.

Semakin anda membiarkannya berlarut-larut, maka gejala dan tanda pun akan semakin berkembang secara cepat dan berbahaya. Beberapa yang mungkin akan anda alami adalah sebagai berikut:

  • Penglihatan kabur, terkadang melihat kilatan cahaya.
  • Sakit kepala yang seringkali terasa teramat parah.
  • Rasa tidak enak yang tak bisa dijelaskan.
  • Sesak nafas.
  • Nyeri tepat di bawah tulang rusuk di area sisi kanan.
  • Penambahan berat badan yang cepat akibat retensi cairan.
  • Muntah-muntah
  • Urinitas yang menurun
  • Penurunan trombosit dalam darah
  • Gangguan fungsi hati.

Pada akhirnya, bayi anda pun akan mengalami dampak yang sangat serius, yaitu terhambatnya pertumbuhan akibat penurunan suplai darah ke dalam plasenta.

Pengobatan Preeklampsia

Fakta menyedihkan dari kondisi ini menyebutkan bahwa preeklampsia tidak bisa disembuhkan hingga anda melahirkan. Artinya, anda akan selalu berada dalam kondisi berbahaya selama masa mengandung sehingga disarankan untuk selalu memeriksakan diri ke dokter.

Jika tekanan darah tinggi yang tengah dialami tidak mampu dikontrol dengan baik, maka sang bunda pun memiliki resiko tinggi terkena kejang, pendarahan hebat, lepasnya plasenta dari rahim, hingga stroke.

Anda yang dulu pernah mengalami preeklampsia di masa kehamilan sebelumnya pun tetap harus senantiasa memeriksakan diri ke dokter.

Adapun beberapa jenis pengobatan yang mungkin anda jalani jika tengah menderita preeklampsia adalah sebagai berikut:

Obat-obatan

Dokter mungkin akan meresepkan beberapa jenis obat-obatan seperti:

  • Antihipertensi: Digunakan untuk menurunkan tekanan darah.
  • Antikonvulsan: Pada kasus yang lebih parah, dokter akan memberikan obat jenis ini demi mencegah terjadinya kejang pertama. Magnesium sulfat pun seringkali digunakan untuk gejala ini.
  • Kortikosteroid: Digunakan untuk mengatasi sindrom HELLP, yang merupakan singkatan dari hemolysis (rusaknya atau hancurnya sel darah merah), elevated liver enzymes (meningkatnya kadar enzim yang dihasilkan organ hati), dan low platelets count (rendahnya kadar keping darah). Dikarenakan fungsinya tersebut, obat ini bisa menyelamatkan masa kehamilan anda hingga proses melahirkan.

Beristirahat

Setelah anda diberikan beragam bentuk obat-obatan, tugas anda selanjutnya adalah senantiasa beristirahat di rumah dengan cukup jika gejala yang anda rasakan masih terbilang ringan. Beristirahat bisa menurunkan tekanan darah, yang kemudian membantu meningkatkan aliran darah ke dalam plasenta agar bayi anda berkembang secara normal.

Selalu ikuti panduan dari dokter anda. Beberapa cara beristirahat biasanya akan berbeda tergantung dari situasi yang tengah anda hadapi saat ini. Beberapa dari anda mungkin akan disarankan untuk tiduran, duduk di sofa, atau menjalankan beberapa aktivitas yang sangat ringan, seperti berdiri dan berjalan-jalan sedikit di sela-sela duduk anda.

Tes tekanan darah dan urin anda akan dilakukan pula secara rutin, sambil mengawasi perkembangan bayi anda secara ketat.

Tetapi bagi anda yang sudah berada pada tingkat parah, kondisi preeklampsia tersebut akan mengharuskan anda menjalani rawat inap di rumah sakit.

Mendorong Persalinan

Jika preeklampsia anda didiagnosa pada saat menjelang masa akhir kehamilan, maka dokter kemungkinan akan menyarankan anda untuk segera menjalani persalinan. Tidak ada pilihan lain selain menggunakan metode sesar sesegera mungkin.

Saat proses melahirkan berlangsung, sang ibu akan diberikan magnesium sulfat untuk memperlancar aliran darah ke uterus dan mencegah terjadinya kejang-kejang. Setelah bayi anda terlahir ke dunia, gejala preeklampsia pun akan hilang dalam beberapa minggu setelah melahirkan.

Diagnosa

Dikarenakan tanda awal dari preeklampsia adalah berupa hipertensi dan proteinuria, maka dokter pun akan melihat kedua jenis gejala tersebut dengan melakukan serangkaian tes.

Pertama, dokter anda akan memastikan bahwa tekanan darah anda cukup tinggi untuk disebut sebagai preeklampsia, yang mana jika itu menunjukkan di atas 140/90 mm merkuri, maka bisa disebut sebagai kehamilan abnormal.

Kedua, dokter anda kemudian akan memeriksa urin anda. Sampel cairan urin tersebut akan dikumpulkan selama 12 jam atau lebih, dan kemudian kadar proteinnya akan dinilai untuk menentukan tingkat keparahan preeklampsia yang mungkin tengah anda alami.

Selain dari kedua diagnosa di atas, dokter pun akan melakukan beberapa tes lainnya seperti:

  • Tes Darah: untuk melihat seberapa baik organ ginjal dan hati anda berfungsi, serta melihat tingkat pembekuan darah yang normal.
  • USG Janin: perkembangan bayi anda akan terus dipantau secara ketat demi memastikan ia tumbuh dengan baik dan sehat.
  • Tes Non-Stres: Dokter akan memeriksa bagaimana detak jantung bayi bereaksi saat mereka bergerak. Jika detak jantung tersebut meningkat 15 kali atau lebih dalam satu menit setidaknya selama 15 detik dan terjadi dua kali setiap 2 menit, maka itu mengindasikan bahwa semuanya berjalan normal.

Tekanan darah tinggi sendiri memang sudah sangat berbahaya jika dibiarkan, maka dari itulah anda harus selalu pergi ke dokter tidak peduli apakah itu disebabkan oleh preeklampsia atau bukan.

Mencegah Preeklampsia

Tidak ada cara yang lebih baik daripada mencegah. Meskipun tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi dengan mengubah gaya hidup dan pola makan menjadi lebih menyehatkan, maka anda akan lebih mungkin terhindar dari masalah medis yang satu ini.

Adapun beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mencegah preeklampsia adalah sebagai berikut:

  • Selalu minum air putih antara 6 hingga 8 gelas setiap harinya.
  • Hindari makanan gorengan atau terproses.
  • Hindari terlalu banyak makan garam tambahan dalam makanan.
  • Hindari asupan kafein dan alkohol baik dari makanan maupun minuman.
  • Angkat kaki anda beberapa kali sehari.
  • Beristirahat secara cukup.
  • Rajin mengkonsumsi obat-obatan atau suplemen yang diresepkan oleh dokter anda.

Pada kebanyakan kasus, cara-cara di atas mampu menjaga agar tekanan darah anda tetap normal sehingga bisa terhindar dari resiko preeklampsia yang mengancam jiwa.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *