9 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas yang Tak Boleh Disepelekan

Sakit perut merupakan salah satu gangguan pencernaan yang paling sering mempengaruhi banyak orang di semua usia. Terutama perut bagian atas anda yang menampung sejumlah struktur penting termasuk usus atas, kantong empedu, hati, dan pankreas.

Meskipun sebagian besar sakit perut bagian atas disebabkan oleh beberapa gangguan berskala ringan, tetapi terdapat pula kemungkinan anda tengah menderita penyakit tertentu sehingga membutuhkan perawatan medis segera.

Parahnya, satu penyebab sakit perut bagian atas bisa mendatangkan penyebab lainnya, seperti misalnya ulkus yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan, atau batu empedu yang bisa menyebabkan disfungsi hati.

Maka dari itulah, penting sekali bagi anda untuk segera memeriksakan diri jika sakit perut bagian atas anda tidak kunjung sembuh selama 3 hari berturut-turut atau lebih. Adapun beberapa kemungkinan penyebabnya sudah kami tuliskan dengan lengkap di bawah ini.

1. Kelebihan Gas

Gas sebenarnya sudah terdapat di dalam usus dan saluran pencernaan anda secara alami. Tetapi jika kadarnya kebanyakan, maka bisa menyebabkan tekanan di perut dan membuat anda merasa kembung atau kekenyangan.

Berbagai macam infeksi virus, diare, atau konstipasi bisa menjadi biang kerok anda terkena sakit perut bagian atas karena gas. Gejalanya bisa meliputi:

  • Rasa sakitnya bisa datang secara bergelombang.
  • Rasa sakitnya menyebabkan perut membengkak.
  • Terasa seperti ada yang bergerak di perut.
  • Sering bersendawa atau kentut.
  • Mengalami diare atau sebaliknya, sembelit.

Untungnya, kelebihan gas bukanlah sesuatu hal yang darurat dan rasa sakitnya bisa diatasi dengan obat-obatan bebas yang dijual di warung. Tetapi anda harus tetap mencegah kebiasaan yang bisa membuat kondisi tersebut semakin parah, seperti makan terlalu cepat.

Biasanya, kelebihan gas tersebut akan hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu beberapa jam saja. Tetapi jika itu terjadi bersama dengan demam, muntah-muntah, atau rasa sakit yang menusuk, disarankan untuk segera mengunjungi dokter.

2. Dispepsia

Dispepsia ditandai dengan perasaan terbakar di area perut bagian atas anda, dan terkadang bisa berjalan hingga ke mulut atau tenggorokan. Rasa sakitnya juga bisa datang dari area dada anda.

Kondisi ini bisa terjadi ketika perut anda menghasilkan terlalu banyak asam, yang biasanya disebabkan oleh makanan-makanan yang mengandung asam.

Jika dibiarkan begitu saja, dispepsia ini bisa mendatangkan kondisi perut lainnya yang tak kalah berbahaya, seperti tukak lambung, sakit maag, reflux asam, atau bahkan kanker perut. Rasa sakitnya yang berkepanjangan atau disertai dengan turunnya berat badan secara drastis bisa menjadi tanda yang sangat serius.

3. Gastritis

READ  8 Cara Alami Mengatasi Asam Urat dan Encok

Gastritis bisa membuat dinding perut anda menjadi membengkak dan terasa sangat sakit. Jika jenisnya terbilang akut, maka kondisi ini bisa terjadi dalam waktu singkat saja dan seringkali disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Helicobacter pylori.

Terdapat berbagai macam faktor yang mendasari kondisi yang satu ini, seperti misalnya penyakit Crohn, autoimun, sarkoidosis, alergi, dan virus bagi orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Antibiotik biasanya digunakan untuk pengobatan gastritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Tetapi jika gastritis tersebut sudah sangat kronis, maka pengobatannya pun harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.

4. Virus Perut

Gastroenteritis merupakan sejenis kondisi virus perut yang dapat membuat anda menderita mual, muntah, diare, dan sakit perut bagian atas, bersama dengan gejala di luar saluran pencernaan seperti sakit kepala, nyeri otot, dan rendahnya kadar energi tubuh.

Bagi kebanyakan orang, gejalanya bisa datang dan pergi dengan sendirinya dalam kurun waktu beberapa hari saja. Anda pun harus tetap menjaga tubuh agar tidak dehidrasi dengan meminum air putih secukupnya selama proses penyembuhan berlangsung, sembari menghindari makanan berat.

Tetapi sebagian orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, bayi, anak kecil, dan orang-orang yang tengah menderita kondisi serius seperti kanker mungkin akan membutuhkan perawatan dari para ahli kesehatan.

5. Nyeri Otot

Banyak sekali otot di tubuh memanjang hingga ke perut bagian atas. Jadi, tak heran jika rasa sakit yang diakibatkan oleh cedera otot ringan atau kejang bisa menyebabkan sakit perut bagian atas sementara.

Nyeri tersebut seringkali membutuhkan pijatan lembut atau istirahat agar anda bisa sembuh dan beraktivitas kembali seperti mana biasanya. Anda pun boleh menggunakan kompres dingin atau hangat untuk melegakan rasa nyeri yang anda rasakan.

Tetapi jika rasa sakit tersebut begitu sangat intens dan tidak hilang selama beberapa hari, segera hubungi dokter anda untuk diperiksa.

6. Apendisitis

Apendisitis adalah infeksi usus buntu. Jika anda tidak mendapatkan pengobatan dan perawatan, maka bisa menyebabkan usus buntu menjadi pecah dan kondisi ini tentunya sangat mengancam jiwa.

Pada tahap awal, anda mungkin akan merasakan rasa nyeri yang tumpul di sekitar pusar, dan kemudian menjalar ke perut bagian atas. Saat infeksinya semakin parah, rasa sakit pun bisa berpindah ke area sisi kanan bawah perut anda.

Pada kebanyakan kasus, pengobatan apendisitis ini mengharuskan para dokter mengangkat usus buntu anda.

7. Batu Empedu

Formasi kolesterol atau bilirubin yang mengeras dan berkembang di kantong empedu anda bisa berubah menjadi batu empedu. Kemudian batu tersebut terkadang bisa menghalangi saluran empedu anda.

READ  Mengatasi Penyakit Mata Dengan Kacamata

Jika itu terjadi, maka akan menyebabkan rasa sakit yang teramat sangat di area perut bagian atas anda, bersama dengan gejala lainnya seperti muntah-muntah dan kelelahan.

Batu empedu yang tidak diobati bisa mempengaruhi fungsi hati dan pankreas anda. Alhasil, anda pun berpotensi terkena penyakit lainnya seperti penyakit kuning, yang mana ditandai dengan menguningnya kulit dan mata anda.  

Pada kebanyakan kasus, dokter anda mungkin akan mengangkat kantong empedu demi menghilangkan batu empedu tersebut.

8. Masalah Hati atau Pankreas

Hati, pankreas, dan kantong empedu akan bekerja sama dan mendukung satu sama lain demi membantu tubuh dalam mencerna makanan. Uniknya, ketiga organ tersebut terletak di perut bagian atas anda.

Jadi tak heran jika batu empedu yang tidak diobati menyumbat saluran empedu, maka akan menyebabkan rasa sakit di hati atau pankreas anda.

Selain itu, terdapat pula penyakit hati seperti hepatitis dan peradangan di pankreas yang disebut pankreatitis yang juga bisa menyebabkan rasa sakit di perut bagian atas anda.

Beberapa gejalanya pun bisa diikuti dengan berbagai macam gangguan seperti kulit atau mata yang menguning, air seni yang menghitam, kotoran yang berwarna pucat, mual, muntah, dan rasa sakit yang semakin parah dari hari ke hari.

Pengobatannya pun berdasarkan dari penyebab yang mendasarinya. Seperti misalnya penderita pankreatitis memungkinkan mereka untuk dirawat inap demi mendapatkan cairan yang diperlukan dan observasi. Sementara penyakit hati memerlukan pengobatan dan transplantasi hati.

9. Penyakit Divertikular

Kantung kecli yang disebut divertikula bisa muncul di usus anda, terutama usus besar. Ketika kantong ini meradang atau terinfeksi, maka seseorang bisa mengalami sakit perut yang teramat sangat hebat.

Lokasi rasa sakitnya sendiri tergantung dimana divertikula tersebut berada. Meskipun sebagian besar kasus mereka muncul di usus bawah, tetapi tak menutup kemungkinan mereka pun bisa muncul di usus bagian atas, sehingga anda pun akan merasakan sakit di perut bagian atas.

Divertikulitis juga bisa mempengaruhi pergerakan perut anda, sehingga menyebabkan anda terkena gejala lainnya seperti konstipasi atau diare.

Probiotik dan makanan yang mengandung tinggi serat seringkali digunakan untuk mengobati divertikulitis secara alami. Tetapi jika infeksi tersebut semakin parah dan tidak pergi setelah anda mengubah pola makan, maka kemungkinan anda pun harus menjalani operasi demi mengangkat divertikula atau sebagian kecil dari usus anda.

Leave a Comment