8 Tanda Anda Terkena HIV, Mematikan dan Menyeramkan

Tanda awal dari peyakit HIV memang cenderung ringan dan bahkan hampir mirip seperti penyakit biasa pada umumnya. Tetapi tetap saja masih bisa menularkan virus tersebut dari satu penderita yang sakit kepada mereka yang sehat.

Untuk itulah, anda harus selalu mengecek kemungkinan yang ada, terutama jika anda atau pasangan anda kedapatan aktif melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan.

Bahkan Satuan Tugas Pelayanan Preventif dari Amerika Serikat menyarankan setiap orang yang berusia antara 15 hingga 65 tahun untuk selalu melakukan kunjungan rutin agar mendapatkan tes HIV, terutama jika sudah aktif dalam berhubungan seksual. Cara ini tentunya dapat membantu mencegah penyakit menjadi tambah parah dan menekan penyebarannya.

Ini menandakan bahwa HIV bukanlah sebuah kondisi penyakit yang bisa anda tangani sendiri. Maka dari itulah, pastikan anda segera memeriksakan diri ke dokter jika mendapatkan beberapa tanda awal dari HIV yang telah kami rangkum di bawah ini untuk anda.

1. Ruam

Ruam seringkali merupakan tanda pertama seseorang terkena infeksi HIV, meskipun hanya muncul pada dua dari setiap lima orang yang baru terkena. Tetapi, ruam akibat HIV cenderung memiliki penampilan khusus dan sering digambarkan sebagai makulopapular, atau area kulit datar tak berwarna dengan benjolan kecil yang nampak di sana.

Luka atau lesi pun seringkali terbentuk di area mulut, alat kelamin, dan bahkan anus. Segera hubungi dokter anda untuk mendapatkan perawatan yang tepat agar masalah kulit anda bisa ditekan dan tidak terlalu parah.

2. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening yang membengkak (juga dikenal sebagai limfadenopati) pun seringkali muncul pada tahap awal seseorang terkena infeksi. Biasanya anda akan melihat pembengkakan di area leher, bawah atau belakang telinga, selangkangan, dan bahkan ketiak.

Selain tidak sedap untuk dipandang, dalam beberapa kasus yang lebih parah limfadenopati juga cenderung terasa sangat menyakitkan.

Kelenjar getah bening sendiri terletak di seluruh tubuh manusia, termasuk leher, belakang kepala, ketiak, dan selangkangan. Sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh anda, kelenjar getah bening ini bertugas dalam menangkis infeksi dengan cara menyimpan sel kekebalan dan menyaring patogen.

Tetapi ketika HIV mulai menyebar, maka sistem kekebalan tersebut akan bekerja dengan begitu cepat, akibatnya kelenjar getah bening anda pun akan membesar. Pembengkakan ini pun akan berlangsung hingga berbulan-bulan lamanya.

3. Kandidiasis Mulut

Mirip seperti sariawan, kandidiasis mulut atau oral thrush cenderung terlihat lebih parah dari sekedar penyakit mulut biasa. Ini bisa menjadi pertanda dari sistem kekebalan tubuh anda yang mulai melemah. Dokter anda pun terkadang bisa memprediksi perkembangan penyakit tersebut melalui tanda yang satu ini.

Walaupun sebagian besar muncul di mulut, tetapi tak menutup kemungkinan jika kandidiasis akibat HIV bisa pula nampak di area tenggorokan dan bahkan vagina.

4. Infeksi Menular Seksual

HIV memang termasuk ke dalam jenis penyakit menular seksual, tetapi tahukah anda bahwa memiliki infeksi menular seksual tertentu bisa meningkatkan resiko seseorang terkena HIV?

Misalnya, pada beberapa kasus PMS (penyakit menular seksual) seperti sifilis dan herpes bisa menyebabkan lesi kulit yang memudahkan HIV masuk ke dalam tubuh anda.

PMS juga dapat membuat anda terkena peradangan yang dipicu oleh sistem kekebalan tubuh. Di saat yang bersamaan, HIV pun secara khusus selalu menginfeksi sel darah putih sebagai bagian sistem pertahanan anda.

Terjangkit PMS seperti gonore atau klamidia juga seringkali disebabkan karena hubungan seksual tanpa pengaman, yang mana merupakan faktor resiko paling utama seseorang terkena HIV.

Human papillomavirus (HPV) yang merupakan penyebab seseorang terkena kutil pada alat kelamin, cenderung menyerang lebih aktif pada para penderita HIV. Dikarenakan HIV juga bisa membuat PMS menjadi lebih intens, tubuh pun cenderung tidak akan mampu merespon dengan baik terhadap pengobatan apapun.

5. Keringat di Malam Hari

Jika anda selalu berkeringat di malam hari tanpa sebab sehingga membanjiri tempat tidur anda, maka anda harus curiga mengenai penyakit yang mungkin tengah anda alami saat ini, seperti misalnya HIV.

Dikenal pula sebagai hiperhidrosis tidur, keringat malam bisa menjadi salah satu tanda seseorang terkena HIV tanpa mereka sadari. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi oportunistik yang tak terdiagnosis atau sebagai gejala langsung dari HIV itu sendiri.

Meskipun keringat malam bisa saja disebabkan oleh hal lain – seperti demam, flu, atau seorang wanita yang telah memasuki masa menopause – tetapi akan lebih baik untuk segera berkonsultasi dengan dokter anda.

6. Kehilangan Berat Badan

Tidak semua penurunan berat badan itu baik terhadap gaya hidup anda, terutama jika itu terjadi secara tiba-tiba tanpa alasan apapun. Kehilangan berat badan ini bahkan bisa terjadi pada orang yang terinfeksi HIV dalam jangka panjang, atau telah memasuki stadium tingkat lanjut. Saking parahnya, anda pun bisa kehilangan sebanyak 10% dari berat badan anda saat ini.

7. Tanpa Adanya Gejala

Tanda syang paling berbahaya diantara daftar di atas adalah ketika HIV datang tanpa adanya gejala sama sekali, sehingga anda pun akan sulit untuk menyadarinya hingga akhirnya HIV tersebut telah sampai pada stadium tingkat lanjut. Bahkan di awal-awal infeksi, dua dari tiga orang yang terinfeksi bahkan tidak menyadarinya sama sekali.

Jangan pernah berasumsi bahwa jika anda tidak memiliki gejala yang telah tertulis di atas, maka anda terbebas dari HIV, terutama jika anda aktif berhubungan badan dengan lebih dari satu pasangan, atau melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang juga melakukannya dengan orang lain.

Untungnya, terdapat sebuah obat yang disebut dengan post-exposure prophylaxis (PEP) yang berguna dalam mencegah infeksi HIV jika diminum kurang dari 48 jam setelah berhubungan badan.

8. Gejala Tingkat Lanjut

Dua dari tiga orang penderita HIV tidak akan mendapatkan gejala sama sekali di awal-awal infeksi, tetapi gejala tersebut akan mulai muncul dan berkembang ketika HIV telah sampai pada tahap lanjut.

Beberapa diantaranya termasuk diare, mual, muntah, kehilangan berat badan, sakit kepala yang parah, nyeri otot, nyeri sendi, sesak nafas, batuk kronis, dan kesulitan saat menelan makanan.

Jika tidak segera ditangani, gejala HIV pun akan semakin menjadi-jadi dan tambah parah yang dapat menimbulkan kehilangan ingatan, kebingungan, hingga koma, yang kemudian sampailah pada kondisi AIDS (acquired immune deficiency syndrome).

Pada tahap tersebut, sistem kekebalan tubuh anda akan menjadi begitu lemah, sehingga infeksi pun akan semakin sulit untuk dilawan meskipun telah dibantu dengan berbagai macam obat yang diresepkan oleh dokter. Seseorang bisa didiagnosis dengan AIDS ketika jumlah CD4-nya turun di bawah 200 sel per millimeter kubik dalam darahnya (mm3).

Resiko kanker tertentu pun akan meningkat tajam, yang seringkali dikenal dengan sebutan “AIDS-defining cancers” atau kanker terdefinisi AIDS. Beberapa contohnya adalah sarkoma Kaposi, limfoma non-Hodgkin, dan kanker serviks.

Leave a Comment

Exit mobile version