8 Manfaat Kesehatan Tomat, Dulu Dianggap Beracun

Pada zaman dulu, buah tomat sangatlah dihindari oleh nenek moyang kita karena dianggap beracun, bahkan berlangsung hingga 200 tahun lamanya. Tak tanggung-tanggung mereka pun memberi sebutan dengan nama “apel beracun”. Tetapi kini zaman telah berubah dan masyarakat dunia mulai menyadari manfaat dari buah tomat yang menyegarkan.

Berkat berbagai macam penelitian, kini buah tomat menjadi salah satu jenis buah-buahan yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat dunia, bersama dengan sayuran lainnya seperti kentang, selada, dan bawang.

Dari satu buah tomat saja sudah bisa memberikan anda sekitar 40% kebutuhan vitamin C harian anda. Terlebih lagi, anda bisa mendapatkan asupan vitamin A dengan kadar tinggi yang dapat mendukung kesehatan imunitas, penglihatan, dan kulit.

Tapi manfaat tersebut hanya sebagian kecilnya saja, karena jika anda mampu mengonsumsinya secara teratur dengan kadar yang cukup setiap harinya, maka anda akan mendapatkan berbagai macam manfaat kesehatan seperti yang sudah kami paparkan di bawah ini secara lengkap.

1. Melawan Kanker

Buah tomat merupakan sumber yang sangat baik akan vitamin C dan antioksidan lainnya. Dengan senyawa-senyawa menguntungkan tersebut, maka tubuh anda akan mampu melawan pembentukan radikal bebas yang berpotensi menyebabkan kanker.

Dalam sebuah penelitian dari Molecular Cancer Research telah mengaitkan antara asupan beta-karoten yang tinggi dari dalam buah tomat dengan mencegahnya perkembangan tumor penyebab kanker prostat.

Selain itu, salah satu senyawa paling terkenal dari buah tomat disebut sebagai likopen, yaitu sejenis senyawa tanaman polifenol yang telah dikaitkan pula dengan pencegahan salah satu jenis kanker prostat.

Sementara sebuah penelitian di Jepang sendiri mendemonstrasikan bahwa asupan beta-karoten bisa mengurangi resiko seseorang terkena kanker usus, serta kandungan serat dalam buah tomat berperan aktif dalam melawan kanker kolorektal yang mematikan.

2. Mengurangi Tekanan Darah

Menjaga asupan natrium (garam) dalam makanan tentunya bisa membantu tubuh terhindar dari tekanan darah tinggi. Tetapi jarang orang tahu jika asupan kalium dalam jumlah tinggi pun sangatlah bermanfaat terhadap arteri agar tetap lebar dalam berbagai macam kondisi.

Sebaliknya, arteri yang menyempit bisa meningkatkan tekanan darah anda sehingga bisa memicu gangguan kesehatan yang teramat berbahaya seperti serangan jantung dan stroke. Dengan begitu, asupan kalium sebanyak 4.700 mg per hari sangatlah dibutuhkan agar anda terhindar dari kondisi berbahaya yang satu ini.

Bahkan pola makan yang tinggi akan kalium tetapi rendah natrium bisa mengurangi resiko anda terkena kematian akibat berbagai macam penyakit terkait darah tinggi sebanyak 20%.

3. Mendukung Kesehatan Jantung

Kandungan serat, kalium, vitamin C, dan kolin dari dalam buah tomat sangatlah berperan aktif dalam mendukung kesehatan jantung seseorang. Dikarenakan asupan kalium yang tinggi dapat menjaga agar arteri anda tidak menyempit, maka akan bermanfaat dalam mencegah anda terkena penyakit jantung yang mematikan.

Dengan mengonsumsi buah tomat, anda pun bisa mendapatkan asupan folat. Senyawa ini bisa menyeimbangkan kadar homosistein atau asam amino yang dihasilkan akibat pemecahan protein. Dikatakan pula bahwa homosistein yang tak terkontrol bisa menjadi biang kerok seseorang terkena penyakit jantung dan stroke.

Menjaga agar jantung anda tetap sehat perlu dilakukan setiap saat. Karena fakta menyebutkan bahwa penyakit jantung kini sudah menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Tak hanya sulit untuk diobati, sekali anda terkena penyakit ini, maka kemungkinan anda bertahan hidup pun semakin rendah.

Oleh karena itulah, pastikan anda senantiasa menjaga pola makan anda setiap hari. Pola makan yang seimbang dan menyehatkan artinya harus memasukkan berbagai macam jenis makanan padat gizi yang memiliki kandungan karbohidrat, protein, serat, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

4. Terhindar Dari Diabetes

Penelitian telah menunjukkan bahwa para penderita diabetes tipe-1 yang senantiasa mengonsumsi serat dalam kadar tinggi maka mampu mengurangi kadar glukosa dalam darah mereka secara alami. Sementara bagi orang-orang yang menderita diabetes tipe-2, asupan serat tersebut mampu mengatasi kadar gula, lipid, dan insulin yang berlebih.

Jadi tak heran jika pola makan yang tinggi akan serat sangatlah disarankan bagi siapa saja yang tengah menderita penyakit gula darah. Untungnya, serat bisa anda temukan di hampir semua sayuran dan buah-buahan, termasuk buah tomat.

The American Diabetes Association sendiri menyarankan kita agar selalu mendapatkan asupan serat sebanyak 25 gram setiap harinya bagi wanita dan 38 gram bagi pria agar terhindar dari berbagai macam penyakit terkait kekurangan serat dalam makanan.

5. Mengatasi Konstipasi

Lagi-lagi asupan serat yang tinggi dapat memberikan anda manfaat berlebih akan kesehatan tubuh.

Bersama dengan kandungan air, serat dalam buah tomat bisa membantu tubuh agar tetap terhidrasi sembari mendukung pergerakan usus yang normal. Banyak orang yang juga menyebutkan bahwa buah tomat merupakan pencahar alami yang ampuh.

Serat yang anda makan tersebut akan menambahkan berat pada kotoran di usus anda dan membantu mengurangi gejala konstipasi.

6. Mendukung Kesehatan Mata

Kandungan lainnya yang bisa anda manfaatkan adalah likopen, lutein, dan beta-karoten. Ketiga senyawa ini termasuk ke dalam antioksidan yang telah terbukti mampu menjaga mata seseorang dari kerusakan akibat cahaya, perkembangan katarak, dan degenerasi makula terkait usia (AMD – age-related macular degeneration).

Dengan begitu, mengonsumsi buah tomat secara teratur setiap harinya maka bisa meningkatkan kesehatan mata sejalan dengan usia anda. Sebuah penelitian baru-baru ini juga menemukan bahwa mereka yang memiliki pola makan tinggi akan karotenoid lutein dan zeaxanthin cenderung mampu menurunkan resiko AMD neovaskular sebesar 35%.

7. Menjaga Kesehatan Kulit

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kolagen merupakan komponen yang sangat penting bagi kulit, rambut, kuku, dan jaringan terkait lainnya. Produksi kolagen tersebut tentunya membutuhkan asupan vitamin C dari makanan secara cukup.

Sebaliknya, kekurangan kadar vitamin C dalam tubuh bisa berpotensi meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit kudis. Sebagai jenis antioksidan yang ampuh, kekurangan jenis nutrisi ini juga bisa membuat kulit anda rentan terkena kerusakan akibat sinar matahari, polusi, dan asap yang bertebaran di sekitar kita.

Kerusakan tersebut pun jika tidak anda atasi secepat mungkin bisa berkembang menjadi keriput, kulit kendor, noda penuaan, dan efek buruk lainnya pada kulit. Dalam kasus yang lebih parah, anda pun berpotensi mengalami penuaan dini.

8. Menjaga Masa Kehamilan

Masa kehamilan merupakan salah satu periode yang sangat vital sekaligus penuh resiko yang harus dilalui oleh setiap calon ibu. Bagaimana tidak, masa ini mengharuskan anda meningkatkan asupan nutrisi tertentu sembari menghindari beberapa jenis makanan. Artinya, masa ini akan memaksa anda menjalani pola makan yang sehat dan seimbang.

Seperti misalnya, asupan folat dalam jumlah tepat sebelum dan selama masa kehamilan dapat melindungi bayi anda terkena cacat tabung saraf. Asam folat merupakan bentuk sintetik dari folat, dan bisa anda dapatkan dari suplemen maupun buah tomat yang menyehatkan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *