7 Manfaat Vitamin B Bagi Tubuh Anda

Mendapatkan asupan nutrisi yang baik dan seimbang sudah pasti mendukung kesehatan tubuh anda secara nyata, sekaligus memberikan pencegahan terhadap berbagai macam penyakit berbahaya. Sebut saja vitamin B yang memiliki banyak sekali jenisnya.

Untungnya, vitamin B tidaklah sulit untuk ditemukan dalam berbagai macam makanan. Beberapa jenisnya bahkan bisa anda dapatkan secara melimpah dari dalam sayuran hijau, biji-bijian utuh, produk susu, dan daging.

Manfaat utamanya pun cukup penting, yaitu membantu meningkatkan metabolisme yang sehat dan terkait dengan penurunan resiko stroke yang mematikan.

Kita ambil contoh misalnya vitamin B12. Menurut Mayo Clinic, vitamin yang larut dalam air ini memainkan peran penting terhadap fungsi saraf, pembentukan sel darah merah, dan produksi DNA.

Sementara vitamin B6 atau piridoksin sangatlah penting bagi perkembangan otak yang normal dan menjaga agar sistem imun dan saraf anda tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Dikarenakan setiap jenis vitamin B memiliki manfaat yang berbeda, maka pastikan anda mampu mendapatkan asupan kadarnya yang cukup setiap hari. Jika anda mampu melakukannya, tentunya manfaat kesehatan bisa anda petik dengan mudah.

Adapun manfaat dari vitamin B telah kami rangkum di bawah ini secara lengkap.

1. Mengurangi Resiko Stroke

Selain perannya dalam membantu tubuh menjalankan proses metabolisme dan menjaga agar kulit dan rambut anda tetap sehat, ternyata asupan vitamin B yang cukup pun bisa menghalau resiko seseorang terkena stroke yang mematikan.

Stroke sendiri merupakan sebuah kondisi di mana terdapat gumpalan darah yang menghalangi aliran darah menuju otak, atau pecahnya pembuluh darah di otak. Untungnya, sebuah ulasan uji klinis terhadap 50 ribu orang selama 6 bulan menemukan bahwa asupan suplemen vitamin B mampu mengurangi resiko stroke hingga 7%.

Tetapi sebelum anda memulai mengonsumsi vitamin B kompleks, atau suplemen vitamin B jenis apapun, pastikan anda berbicara dengan dokter anda, terutama jika saat ini anda tengah menjalani pengobatan atau menderita penyakit tertentu.

2. Mencegah Terkena Beri-beri

Asupan harian vitamin B1 atau tiamin yang direkomendasikan oleh National Institute of Health adalah sebanyak 1,1 mg untuk wanita dewasa, 1,4 mg untuk ibu hamil, dan 1,5 mg untuk ibu menyusui. Sementara bagi pria di atas usia 14 tahun harus mendapatkan asupan sebanyak 1,2 mg per harinya.

Dapatkan dosis tersebut agar anda terhindar dari sebuah penyakit yang disebut sebagai beri-beri, yaitu sejenis kondisi medis yang mempengaruhi jantung, sistem pencernaan, dan sistem saraf.

Bahkan penyakit beri-beri pun seringkali ditemukan pada orang-orang yang terkena kekurangan gizi, atau mereka yang tergila-gila terhadap minuman beralkohol.

Gejala dari beri-beri sendiri begitu beragam, yang meliputi kesulitan berjalan, hilangnya sensasi di tangan dan kaki, serta kelumpuhan pada kaki bagian bawah, dan bahkan bisa menyebabkan gagal jantung kongestif.

Oleh karena itulah, jika anda doyan minuman beralkohol terutama dalam jumlah besar, maka pastikan anda imbangi dengan rajin mengonsumsi suplemen B kompleks.

Hindari pula penggunaan satu jenis vitamin B dalam jangka panjang, karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan vitamin B di tubuh. Jadi, suplemen B kompleks merupakan pilihan terbaik bagi anda.

makanan yang mengandung vitamin b

3. Mencegah Migrain dan Katarak

Riboflavin atau vitamin B2 sangatlah diperlukan untuk membantu tubuh dalam memecah dan menggunakan karbohidrat, lemak, serta protein, sekaligus membantu memetabolisme makanan menjadi energi.

Fungsi lainnya dari riboflavin yang tak kalah pentingnya adalah menjaga agar kulit, lapisan usus, dan sel-sel darah anda tetap sehat. Bahkan menurut National Institute of Health mengatakan bahwa vitamin B2 bisa mencegah anda terkena migrain dan katarak.

Sementara jika anda ingin meningkatkan sistem kekebalan tubuh, pastikan anda mendapatkan asupan harian yang direkomendasikan, yaitu 1,3 mg bagi pria, 1,1 mg bagi wanita, 1,4 mg bagi ibu hamil, dan 1,6 mg bagi ibu menyusui. Anda bisa menemukan sejumlah besar vitamin B2 dari kacang-kacangan, sayuran hijau, daging, dan produk susu.

4. Mendukung Hormon yang Sehat

Semua orang yang telah berusia 14 tahun ke atas haruslah mendapatkan asupan vitamin B5 atau asam pantotenat sebanyak 5 mg setiap harinya. Jenis vitamin ini sangatlah dibutuhkan untuk berbagai macam reaksi biokimia pada sel-sel tubuh anda, termasuk memecah karbohidrat dan lipid menjadi energi.

Selain itu, vitamin yang larut dalam air ini pun bisa mendukung tubuh anda dalam memproduksi hormon tertentu, sehingga sangatlah dibutuhkan bagi anak anda yang sedang dalam masa pertumbuhan.

5. Mengurangi Penyakit Jantung

Piridoksin atau vitamin B6 sangatlah dibutuhkan oleh tubuh anda karena terlibat di lebih dari 100 reaksi enzim yang berbeda di sel-sel tubuh anda, memetabolisme asam amino dari makanan dan membangun sel-sel darah merah yang baru.

Sementara beberapa penelitian menyebutkan bahwa asupan vitamin B6 yang cukup setiap harinya mampu mengurangi resiko penyakit jantung yang mematikan.

Meskipun kekurangan vitamin B6 jarang sekali terjadi, tetapi masih ditemukan kasus di beberapa tempat, terutama di negara berkembang. Beberapa gejala yang muncul akibat defisiensi piridoksin diantaranya kelemahan otot, depresi, lekas marah, kehilangan ingatan jangka pendek, gugup, dan sulit berkonsentrasi.

6. Terhindar Dari Anemia

Dikarenakan salah satu fungsi vitamin B adalah membantu membangun sel-sel darah merah, maka secara otomatis bisa membuat anda terhindar dari anemia, terutama vitamin B12. Sayangnya, jenis vitamin ini hanya bisa anda temukan dalam daging saja, sehingga para vegetarian harus mendapatkannya melalui suplemen agar tidak terkena defisiensi.

Seperti yang disebutkan di atas bahwa vitamin B12 sangatlah penting dalam membantu membangun sel-sel darah dan menjaga agar sel saraf anda tetap sehat. Sayangnya, berbeda dengan vitamin B6, kekurangan vitamin B12 banyak sekali terjadi di hampir seluruh penjuru dunia, dan menjadi salah satu penyebab utama seseorang terkena anemia.

Tak hanya itu saja, kekurangan vitamin B12 bisa mendatangkan gejala lainnya seperti badan lemah, kelelahan, konstipasi, turun berat badan, dan hilangnya nafsu makan. Tetapi perlu dicatat bahwa penurunan berat badan akibat kekurangan vitamin B12 bukanlah termasuk ke dalam hal positif.

Jadi, jangan pernah anda mencoba menurunkan berat badan dengan memotong asupan vitamin B12, karena bisa berpotensi terkena kerusakan sistem saraf, depresi, kebingungan, dan bahkan demensia.

7. Mendukung Bayi yang Sehat

Semua jenis vitamin B memang harus didapatkan oleh semua orang, tetapi vitamin B9 atau asam folat lebih dibutuhkan oleh para ibu hamil untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi yang sehat dalam janin.

National Institute of Health sendiri merekomendasikan asupan asam folat sebanyak 400 mg per hari bagi orang dewasa, 500 mg untuk ibu menyusui, dan 600 mg bagi ibu hamil. Untungnya, asam folat lebih mudah anda temukan dalam berbagai macam makanan terutama pada sayuran berdaun hijau tua.

Dengan mendapatkan asupan vitamin B9 secara cukup setiap harinya sebelum dan selama masa kehamilan, maka dapat membuat bayi anda terhindar dari cacat lahir tabung saraf pada otak dan tulang belakang, sembari mendorong pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat.

Jika anda ingin mendapatkan asupan vitamin B9 melalui suplemen, pastikan untuk tidak dilakukan secara sembarangan dan bicarakan terlebih dahulu dengan dokter anda.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *