daging sapi

7 Manfaat Makan Daging Sapi Bagi Otot dan Melawan Penyakit

Daging sapi merupakan jenis makanan yang terbilang cukup mewah bagi masyarakat Indonesia. Bagi sebagian masyarakat kaum menengah ke atas mungkin bisa saja mengonsumsinya setiap saat, tetapi berbeda dengan masyarakat bawah yang hanya memiliki kesempatan untuk mencicipinya setidaknya setahun sekali.

Hal ini karena selain rasanya yang enak dan lezat, daging sapi juga ternyata masuk ke dalam jenis daging merah yang memiliki kandungan nutrisi (terutama zat besi) yang lebih besar dibandingkan dengan daging unggas.

Zat besi bersama dengan nutrisi lainnya sangatlah dibutuhkan oleh tubuh anda untuk menjaga berbagai macam proses alamiah di dalam tubuh. Tanpanya, anda mungkin akan mengalami sebuah kondisi penyakit yang disebut sebagai anemia.

Tetapi manfaatnya tidak berhenti sampai di sana. Menurut berbagai macam penelitian, tubuh anda akan mendapatkan sejumlah manfaat lainnya jika mampu makan daging sapi sewajarnya, yang mana telah kami paparkan di bawah ini secara lengkap.

1. L-Carnitine Mengatasi Penyakit Kronis

L-Carnitine merupakan sejenis asam amino yang memainkan peran penting dalam meningkatkan metabolisme tubuh anda. Ini dilakukan dengan cara meningkatkan fungsi mitokondria dan energi sel. Banyak atlet bahkan menggunakannya untuk membantu mereka membakar lebih banyak lemak, meningkatkan pemulihan tubuh, dan mencegah kelelahan otot.

Menariknya, daging sapi memiliki kadar L-Carnitine terbanyak dengan jumlah 56-162 mg per 100 gramnya. Disusul dengan susu sapi sebanyak 8 mg dan ikan cod sebanyak 4-7 mg. Angka ini sekaligus menunjukkan bahwa daging sapi merupakan sumber terbaik dari jenis asam amino yang satu ini.

Kebanyakan orang hanya mengetahui bahwa L-carnitine digunakan sebagai pembakar lemak saja untuk membantu menurunkan berat badan secara cepat, sambil dibarengi dengan pola makan dan gaya hidup sehat, termasuk rajin berolahraga.

Padahal jika ditilik lebih dalam, L-Carnitine pun memiliki efek positif terhadap beberapa penyakit kronis mematikan diantaranya:

  • Penyakit Jantung. Pada pasien penyakit jantung kronis, pemberian L-carnitine selama 12 bulan telah terbukti mampu melemahkan dilatasi ventrikel kiri sekaligus mencegah renovasi ventrikel. Secara sederhananya, kondisi ini akan mengurangi kemungkinan seseorang terkena gagal jantung kronis dan kematian.
  • Diabetes. Infus konstan L-carnitine juga bisa meningkatkan kembali sensitivitas insulin terhadap para penderita diabetes tipe-2.
  • Obesitas. Dikarenakan kemampuannya dalam mengurangi berat badan, maka secara otomatis L-carnitine juga bisa anda gunakan sebagai obat melawan obesitas, yang didukung dengan perubahan gaya hidup sehat.

2. Glutathione Melawan Stres Oksidasi

Stres oksidasi termasuk ke dalam fenomena berbahaya dalam tubuh yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan akumulasi spesies oksigen reaktif (ROS – reactive oxygen species) dalam sel dan jaringan. Jika dibiarkan, kondisi ini tentunya bisa mendatangkan berbagai macam masalah kesehatan.

Untuk mengatasinya, maka makanan yang mengandung antioksidan sangatlah dibutuhkan. Misalnya, Glutathione dalam daging sapi telah dikenal sebagai “master antioxidant” yang sangat ampuh dalam mengusir kondisi berbahaya tersebut. Alhasil, mengonsumsi daging sapi juga bisa memberikan manfaat seperti:

  • Sebagai anti-aging
  • Mencegah penyakit berbahaya terkait stres oksidasi
  • Menurunkan resiko penyakit kronis
  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh

3. Meningkatkan Massa Otot

Terdapat banyak sekali alasan kenapa anda harus senantiasa berusaha mendapatkan asupan protein dari waktu ke waktu. Secara spesifiknya, makronutrisi ini memainkan peran penting terhadap:

  • Memperbaiki dan memproduksi tulang, kulit, dan tulang rawan.
  • Membantu tubuh membangun dan mempertahankan massa otot tanpa lemak.
  • Meningkatkan pembakaran lemak.

Sebagai sumber terbaik dari protein, maka daging sapi bisa anda jadikan pilihan utama untuk membantu meningkatkan massa otot jika anda senantiasa menjalani olahraga angkat beban.

Selain protein berkualitas tinggi, daging sapi juga ternyata dikemas dengan vitamin B, mineral, dan kreatin, yang semuanya itu dibutuhkan untuk meningkatkan jumlah massa otot saat berolahraga.

4. Mencegah Anemia Defisiensi Besi

Sejauh ini setidaknya terdapat 400 jenis anemia yang sudah mendera banyak orang di seluruh dunia. Beberapa diantaranya tentu bisa dihalau dengan mengonsumsi makanan sumber zat besi seperti daging sapi, terutama anemia defisiensi besi.

Jadi jangan heran bagi mereka yang menjalani pola makan rendah daging atau bahkan vegetarian lebih beresiko mengalami kekurangan zat besi dalam tubuh, yang kemudian bisa berkembang menjadi penyakit kurang darah atau anemia.

Rendahnya vitamin B12 dan asam folat juga bisa membuat anda terkena anemia. Faktanya, terdapat beberapa penyakit tertentu yang bisa mempengaruhi kemampuan usus kecil anda dalam menyerap nutrisi yang dibutuhkan. Maka pada saat itulah asupan makanan padat gizi harus ditingkatkan.

5. Mengurangi Peradangan

Jika daging olahan bisa membuat anda terkena peradangan dan penyakit mematikan, lain lagi dengan daging sapi segar yang masih belum menjalani proses apapun (seperti diasapi, sosis, dan lain sebagainya) yang malah akan mengurangi peradangan secara efektif.

Kemampuannya tersebut datang dari kandungannya bernama karnosin yang memiliki sifat anti-glikosilasi. Tepatnya, ia mampu mengurangi bahaya dari proses yang disebut glikasi seperti produk akhir glikasi lanjutan (AGEs – advanced glycation end-products).

Glikasi ini jika dibiarkan bisa mempercepat proses penuaan dan merusak tubuh, sehingga anda pun berpotensi terkena aterosklerosis dan berbagai macam penyakit kronis lainnya.

Selanjutnya, karnosin juga telah terbukti terlibat dalam mekanisme pertahanan seluler yang berbeda seperti penghambat ikatan silang protein, oksigen reaktif, dan detoksifikasi spesies nitrogen, serta melawan peradangan.

6. Kreatin Bagi Atlet

Kebanyakan orang mengira bahwa kreatin hanya bisa didapatkan dari suplemen saja. Padahal, daging sapi juga memilikinya dalam jumlah yang melimpah, yaitu sekitar 350 mg per 100 gramnya.

Ketika tubuh anda mendapatkan asupan nutrisi tersebut, maka akan berdampak pada:

  • Peningkatan kinerja olahraga
  • Mendukung pertumbuhan dan perkembangan otot
  • Mensuplay energi untuk otot agar memiliki daya tahan yang lebih besar
  • Meningkatkan ukuran otot

Bersama dengan sumber protein yang melimpah, maka daging sapi juga akan memperlambat proses pencernaan sehingga senantiasa menjaga sintesis protein agar tetap meningkat selama berjam-jam setelah anda mengonsumsinya.

7. Mengandung Lemak Sehat

Dikenal pula dengan asam linoleat terkonjugasi, lemak dalam daging sapi cenderung sangat menyehatkan, meskipun termasuk ke dalam jenis lemak trans.

Tetapi perlu anda ketahui bahwa lemak trans alami dalam makanan cenderung berbeda dengan lemak trans yang ada dalam junk-food. Jenis yang ada dalam daging sapi tentunya bisa memberikan anda sejumlah manfaat seperti meningkatkan sensitivitas insulin dan mendukung pembakaran lemak dalam tubuh.

Menariknya, sembari mengurangi lemak di tubuh, asam linoleat terkonjugasi juga bisa meningkatkan massa otot tanpa lemak di saat yang bersamaan. Ada potensi yang sangat besar terhadap peningkatan metabolisme otot sehingga memberikan dampak kesehatan yang lebih besar.

Tidak semua lemak itu buruk bagi kita. Bahkan tubuh pun sangatlah membutuhkan asupannya setiap hari, bersama dengan jenis makronutrisi lainnya yaitu karbohidrat dan protein.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *