flavonoid

7 Manfaat Flavonoid Untuk Kesehatan dan Mengusir Penyakit Mematikan

Di alam kita yang kaya akan flora dan fauna ini, terdapat sebuah senyawa yang bernama flavonoid yang merupakan hasil ekstrak dari tumbuhan. Sebagai sumber nutrisi bagi tanaman agar tumbuh subur sekaligus sistem pertahanan terhadap plak, ternyata senyawa ini pun sangatlah bermanfaat bagi tubuh kita.

Cara terbaik untuk mendapatkan asupannya adalah dengan mengonsumsi sayuran berdaun hijau. Secara khusus, flavonoid dalam tubuh anda akan membantu mengatur aktivitas seluler dan melawan radikal bebas sebagai penyebab dari stres oksidasi. Dengan begitu, anda pun bisa terhindar dari penyakit berbahaya.

Flavonoid juga memiliki sejumlah turunan dengan nama yang berbeda, diantaranya flavanol, flavon, flavan-3-ols, flavanon, antosianidin, isoflavon, dan masih banyak lagi.

Tentunya setiap tanaman dan buah-buahan memiliki jenis yang berbeda sekalipun masih termasuk ke dalam golongan senyawa yang sama. Jadi agar anda senantiasa mendapatkan semua asupannya, pastikan untuk tidak mengonsumsi satu jenis sayur atau buah saja.

Jika anda mampu melakukannya, maka akan mendapatkan sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh secara nyata seperti yang sudah kami paparkan di bawah ini dengan lengkap.

1. Mencegah Kanker

Efek antikanker dalam flavonoid terkait erat dengan modulasi jalur transduksi sinyal di dalam sel kanker itu sendiri. Akibatnya, senyawa tanaman ini dapat menghambat proliferasi sel, angiogenesis, dan metastasis, sekaligus mendorong apoptosis.

Terutama apoptosis, proses ini sangatlah dibutuhkan untuk penanganan kanker. Menurut seorang ahli biologi sel bernama Michael Overholtzer menjelaskan bahwa apoptosis tersebut merupakan suatu bentuk kematian sel terprogram yang dapat menyebabkan kanker menjadi tidak mampu berfungsi dengan baik.

Dengan kata lain, salah satu tujuan apoptosis adalah untuk menghilangkan sel-sel yang mengandung mutasi yang berpotensi berbahaya.

Kebanyakan jenis flavonoid dapat melindungi genom dari karsinogen kimiawi. Sifat antikankernya bahkan mampu menurunkan sekitar 20% tingkat resiko kanker pada tubuh seseorang. Hal ini tentunya sudah dibuktikkan melalui penelitian baik secara vitro maupun in-vitro.

2. Mengurangi Radang Kronis

Flavonoid juga ternyata memiliki sifat anti-radang yang begitu memukau. Dengan cara mengerahkan efek menguntungkannya tersebut, maka akan mengurangi produksi sel oksigen reaktif (ROS – reactive oxygen species) dan penurunan regulasi beberapa mediator inflamasi melalui penghambatan utama jalur pensinyalan di tubuh.

Dikenal pula dengan sebutan oksigen radikal, ROS tersebut termasuk ke dalam jenis radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh karena merupakan produk sampingan alami dari metabolisme oksidatif seluler dan memainkan peran penting terhadap faktor terkait peradangan.

Dalam tingkat wajar, peradangan tentunya sangat baik bagi tubuh anda. Tetapi jika tidak terkendali dan menjadi kronis, maka malah bisa mendatangkan berbagai macam penyakit berbahaya.

Jadi tak heran jika pola makan tinggi antioksidan seperti flavonoid mampu mencegah perkembangan terkait radang kronis termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, dan penyakit kognitif seperti Alzheimer dan demensia.

3. Mengobati Infeksi Virus

Flavonoid juga dikenal sebagai biomolekul alami yang berguna dalam melawan berbagai macam virus secara efektif. Biomolekul ini dapat bekerja pada berbagai tahap infeksi virus, terutama pada tingkat molekuler demi menghambat pertumbuhan virus yang telah menginfeksi tubuh anda.

Bahkan kuatnya anti viral yang dimilikinya tersebut telah terbukti mampu mencegah replikasi sel virus seperti H1N1, HIV, SARS, dan RSV. Ditambah lagi, baru-baru ini telah diidentifikasi juga bahwa flavonoid bisa digunakan sebagai penghambat virus Covid-19 yang tengah mewabah saat ini.

4. Mengurangi Tekanan Darah Tinggi

Meningkatkan asupan makanan yang mengandung flavonoid artinya anda telah membantu tubuh untuk mengurangi tekanan darah tinggi yang mungkin tengah dialaminya. Ditambah lagi, makanan yang mengandung antioksidan flavonoid juga bisa menurunkan tingkat kerusakan organ akibat hipertensi yang mematikan. 

Hipertensi memang bisa merusak organ anda secara membabi buta, karena kondisi tekanan darah tinggi tersebut akan memaksa jantung anda bekerja lebih keras demi memompa darah ke seluruh bagian tubuh anda.

Dalam jangka panjang, fenomena tersebut akan menyebabkan bagian jantung (ventrikel kiri) menjadi menebal, sehingga meningkatkan resiko serangan jantung, gagal jantung, dan kematian jantung mendadak.

Selain jantung, beberapa organ vital anda pun turut beresiko terkena dampaknya termasuk otak, ginjal, dan mata. Untungnya, asupan flavonoid yang teratur bisa mencegah hal mengerikan tersebut terjadi.

5. Mengurangi Resiko Stroke

Dikarenakan tekanan darah tinggi bisa membuat anda terkena serangan jantung dan stroke, secara otomatis flavonoid pun bisa mencegah anda terkena kondisi mematikan yang satu ini.

Asupan flavonoid dalam makanan yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan penurunan resiko stroke secara signifikan. Analisis sendiri bahkan menunjukkan bahwa resiko stroke mampu diturunkan sebanyak 9% per 100 mg asupan flavonoid setiap harinya.

Stroke haruslah anda hindari sebisa mungkin, karena jika serangan tersebut terjadi di bagian otak yang mengontrol pernafasan dan organ utama lainnya seperti jantung, hal ini dapat membahayakan hidup anda.

Sel-sel otak membutuhkan pasokan darah yang konstan untuk memberi mereka oksigen dan nutrisi secara cukup. Jika suplai darah ini terputus oleh gumpalan penyebab stroke, sel-sel otak pun akan mulai mati.

Stroke fatal memang bisa menyebabkan kematian. Tetapi bukan berarti stroke non-fatal tidak berbahaya. Bahkan dalam tingkat menengah saja stroke sudah bisa membuat anda merasa lemah, terkena lumpuh, dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik.

6. Mencegah Serangan Jantung

Masih berbicara mengenai bagian penyakit kardiovaskular, flavonoid juga ternyata mampu mencegah anda terkena serangan jantung dengan berbagai macam cara.

Selain dengan mengurangi resiko penyakit jantung dan stroke seperti yang sudah dijelaskan di atas, menurut Dr. Pamela J. Mink bersama rekan kerjanya dari Exponent, Inc., mengatakan melalui Reuters bahwa flavonoid juga bisa menjaga jantung dengan cara mengurangi kadar kolesterol jahat LDL sekaligus peradangan yang dihasilkannya.

Serangan jantung sendiri memiliki berbagai macam faktor resiko yang mendasarinya. Beberapa diantaranya adalah berusia diatas 45 tahun (pria) dan 55 tahun (wanita), sering merokok, memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, diabets, sindrom metabolik, hingga faktor genetik.

Dengan kata lain, penyakit arteri koroner yang menjadi penyebab serangan jantung pun bisa merupakan penyakit turunan. Jadi, jika keluarga anda pernah mengalaminya, maka resiko anda terkena pun semakin meningkat.

7. Mengurangi Resiko Diabetes

Hampir semua jenis penyakit berbahaya bisa anda cegah atau atasi dengan mengonsumsi makanan sumber flavonoid, maka dari itulah jangan pernah malas makan sayuran dan buah-buahan setiap hari. Diabetes pun masuk ke dalam daftar penyakit yang bisa diatasi.

Faktanya, sifat farmakologis flavonoid yang paling menonjol adalah kemampuannya untuk bertindak sebagai antioksidan kuat demi pengentasan diabetes tipe-2.

Secara alaminya, flavonoid sendiri sudah mengandung efek antidiabetes yang dibuktikkan oleh studi model hewan dan in-vitro, dan menunjukkan bahwa flavonoid memiliki kemampuan mencegah diabetes beserta komplikasinya.

Diabetes dan kondisi gula darah tinggi sebenarnya cenderung tidak menyebabkan kematian, tetapi komplikasi yang dihasilkannya-lah yang harus menjadi perhatian anda. Beberapa komplikasi tersebut bisa berupa penyakit kardiovaskular, saraf, ginjal, mata, kaki, kulit, pendengaran, Alzheimer, dan masih banyak lagi.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *