7 Cara Mengobati Batuk Kering Secara Aman Bebas Efek Samping

Saat musim penghujan tiba, munculnya sejumlah penyakit pun meningkat. Bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah bisa saja jatuh sakit ketika patogen luar mulai menyerang tubuh. Salah satu jenis penyakit yang paling identik dengan musim hujan adalah flu dan pilek.

Kedua penyakit ini seringkali mendatangkan gejala berupa batuk berdahak. Tetapi setelah flu atau pilek anda sembuh, kemungkinan gejala batuk kering pun bisa muncul dan bisa bertahan selama berminggu-minggu lamanya.

Selain itu, terdapat pula kemungkinan anda tengah menderita penyakit yang lebih serius termasuk PND (postnasal drip), asma, asam lambung, GERD, atau bahkan Covid-19 yang tengah mewabah hingga artikel ini dibuat. Paparan racun lingkungan seperti asap rokok juga bisa menjadi akibatnya.

Tetapi apapun masalah yang mendasarinya, mengalami batuk kering memang cenderung sangat mengganggu dan harus segera diatasi agar tidak menghalangi aktivitas anda sehari-hari.

Terdapat banyak sekali cara untuk mengatasi dan mengobati batuk kering tersebut secara alami yang bahkan hampir tanpa efek samping. Semuanya sudah kami terangkan di bawah ini secara mendetail.

1. Madu

Bagi orang dewasa dan anak-anak yang sudah berusia satu tahun ke atas, madu bisa anda gunakan untuk mengobati batuk kering yang kambuh baik pada siang maupun malam hari. Madu sendiri memiliki sifat antibakteri dan efektif dalam membantu melapisi tenggorokan, sehingga bisa mengurangi iritasi.

Bahkan tanpa bahan pendamping, madu saja sudah bisa menjadi obat yang sangat efektif dalam menekan gejala batuk. Terutama anak-anak berusia 1 hingga 5 tahun yang memiliki infeksi saluran pernafasan bagian atas, bisa diberikan 2 sdt (10 mililiter) madu sebelum tidur. Cara ini sudah terbukti mampu mengatasi batuk kering di malam hari.

Bahkan disebutkan pula bahwa madu ternyata memiliki kemampuan yang lebih baik daripada dekstrometorfan, atau sejenis obat penekan yang biasa diberikan untuk mengurangi serangan batuk malam hari yang mengganggu pada anak-anak.

Tetapi hindari pemberian madu terhadap bayi di bawah usia 1 tahun karena bisa menyebabkan botulisme pada bayi, yaitu infeksi bakteri langka yang terjadi di usus besar bayi. Ini berkembang ketika bayi menelan spora C. Botulinum yang ada dalam madu dan tanah.

Infant botulism atau botulisme pada bayi tersebut bisa menyebabkan kelemahan otot sehingga akan membuat si buah hati anda mengalami kesulitan saat makan dan bernafas.

2. Kunyit

Kunyit mengandung kurkumin, yaitu senyawa yang memiliki efek anti-radang, antivirus, dan antibakteri. Orang-orang juga seringkali menggunakannya sebagai obat mujarab dalam menekan batuk kering. Kurkumin tersebut bisa diserap dengan baik ke dalam aliran darah jika asupannya disertai dengan lada hitam.

Jika anda tidak mampu memakannya dalam bentuk utuh, anda pun boleh mencampurkannya dengan susu sebelum tidur. Kunyit sendiri bekerja dengan cara meningkatkan produksi lendir yang secara alami akan mengeluarkan mikroba penyumbat saluran pernafasan.

Sementara khasiat antivirus dan antibakterinya dapat melawan infeksi, serta anti radangnya siap membantu meredakan gejala batuk dan pilek anda. Bahkan pada pengobatan Ayurveda, kunyit sudah sering digunakan untuk mengobati gangguan pernafasan, bronkitis, dan asma selama ratusan tahun lamanya.

3. Jahe

Selain sifat anti bakteri dan anti radang, jahe juga sudah terbukti mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menghilangkan rasa sakit, dan ketidaknyamanan akibat gejala penyakit tertentu.

Salah satunya adalah menenangkan batuk kering dan batuk asma. Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa beberapa senyawa anti radang dalam jahe dapat mengendurkan membran di saluran udara sehingga bisa mengurangi batuk yang tengah melanda.

Untuk memberikan hasil yang lebih baik, buatlah jamu yang terbuat dari campuran teh, madu, dan jahe. Selain rasanya yang enak, cara ini bisa memudahkan anda mengonsumsi jahe yang memiliki rasa pedas.

4. Akar Marshmallow

Dikarenakan sudah sering dijadikan bahan utama untuk obat batuk, sirup, dan tablet hisap, tentunya sudah dipastikan bahwa akar tanaman herbal ini juga baik dalam menekan batuk kering anda yang membandel.

Akar marshmallow tersebut akan memberikan bantuan dengan segera untuk menekan gejala yang berkaitan dengan masalah sistem pernafasan. Hal ini karena akar herbal tersebut dapat membantu membangun lapisan pelindung di mulut dan tenggorokan anda, sehingga akan mengurangi iritasi dan pembengkakan yang tengah terjadi di sana.

Selain itu, kandungan mucilaginous yang tinggi pada akar tanaman ini dapat menjadi yang paling berguna untuk mengobati batuk yang disebabkan oleh pilek, masuk angin, bronkitis, atau penyakit saluran pernafasan dengan cara pembentukan lendir secara alami. 

5. Peppermint

Mentol yang terkandung dalam tanaman peppermint bertugas dalam mematikan rasa ujung saraf di tenggorokan yang tengah teriritasi karena batuk, sekaligus meredakan nyeri dan sensasi menggelitik saat batuk kering menyerang anda. Efek anti bakteri dan anti virus yang dimilikinya juga berperan aktif dalam mengurangi hidung tersumbat.

Cobalah mengonsumsi teh peppermint sebelum tidur agar batuk kering di malam hari bisa teratasi. Jika anda tidak begitu suka dengan rasanya, minyak esensial peppermint juga bisa anda lakukan sebagai pengobatan aromaterapi.

Minyak esensial peppermint sangatlah serbaguna. Jika digunakan sebagai obat oles, maka bisa meredakan masalah seperti sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, dan gatal-gatal. Sementara aromaterapinya terkenal dengan kemampuannya dalam menangani batuk dan pilek, mengurangi rasa sakit, meningkatkan fungsi mental, hingga mengatasi stres.

6. Teh Chai

Rasa dari teh chai mulai diminati oleh berbagai macam kalangan di Indonesia. Sementara di India sendiri, chai digunakan untuk mengobati kondisi seperti sakit tenggorokan dan batuk kering.

Teh chai bahkan memiliki lebih banyak polifenol dibandingkan dengan kebanyakan jenis buah dan sayuran. Ini berarti, mengonsumsi teh chai setiap hari dapat membantu melindungi kesehatan sel tubuh secara keseluruhan.

Cengkeh, kapulaga, dan kayu manis termasuk diantara rempah dengan tingkat antioksidan tertinggi serta efektif sebagai ekspektoran, yang mana tanaman tersebut merupakan salah satu bahan utama dari teh sehat yang satu ini.

Mengonsumsi teh chai sebelum tidur juga sangat disarankan bagi anda yang doyan minum kopi di sore hari. Faktanya, chai mengandung tannin yang bisa mengurangi tingkat penyerapan kafein ke dalam sistem anda, sehingga mencegah kesulitan tidur dan terkena insomnia.

7. Capsaicin

Capsaicin merupakan senyawa yang bisa anda temukan dari dalam cabai, yang mana telah terbukti dapat mengurangi batuk kering dan kronis. Sementara tersedia dalam bentuk kapsul, namun kemampuannya akan lebih baik jika anda dapatkan dalam bentuk utuh dari dalam makanan.

Bagi orang Indonesia, tentunya bukanlah hal yang sulit untuk mengonsumsi makanan pedas yang terbuat dari cabai merah ataupun cabai rawit. Tetapi jika anda termasuk orang yang kurang doyan mengonsumsinya, suplemen bisa menjadi pilihan terbaik bagi anda.

Tetapi perlu berhati-hati dalam menggunakannya. Menghirupnya secara tak sengaja malah dapat memicu munculnya batuk itu sendiri, sekaligus meningkatkan resiko kambuhnya asma anda.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *