6 Cara Mengobati Sakit Gigi Berlubang yang Terasa Nyut-nyutan

Masalah mulut bisa muncul dalam berbagai macam bentuk dengan rasa nyeri yang intens, dimulai dari akibat gusi yang bengkak hingga gigi berlubang. Munculnya lubang di gigi atau karies ini seringkali disebabkan oleh bakteri di permukaan gigi anda yang menghasilkan asam akibat gula.

Salah satu jenis bakteri paling umum penyebab gigi berlubang dikenal dengan nama Streptococcus mutans. Bakteri ini akan membentuk lapisan lengket yang kita kenal dengan plak.

Asam dalam plak tersebut kemudian akan menghilangkan mineral dari enamel anda (demineralisasi), yaitu lapisan gigi yang sebagian besar terbuat dari kalsium dan fosfat. Alhasil, erosi tersebut pun akan menyebabkan lubang kecil pada enamel anda.

Setelah kerusakan asam menyebar hingga ke lapisan dentin di bawah enamel, maka sebuah rongga pun akan terbentuk.

Beberapa penyebab munculnya gigi berlubang diantaranya:

  • Kekurangan vitamin D
  • Kekeringan mulut atau memiliki kondisi medis yang menyebabkan berkurangnya jumlah air liur di mulut.
  • Mengonsumsi makanan yang memberi sisa di gigi seperti permen, karamel, atau makanan lengket lainnya.
  • Sering mengonsumsi makanan manis.
  • Heartburn yang disebabkan oleh asam lambung.
  • Jarang membersihkan gigi, atau perawatan gigi yang tidak tepat.
  • Memberi makan bayi sebelum tidur.

Untuk mengobatinya cukup sederhana. Pertama-tama, anda harus menghindari sejumlah gaya hidup penyebab gigi berlubang yang telah kami paparkan di atas. Kemudian, bisa disusul dengan beberapa cara yang kami susun di bawah ini secara lengkap.

1. Kunyah Permen Karet

Cukup membingungkan? Sebenarnya, permen karet bisa anda temukan dalam berbagai macam jenis, salah satunya adalah permen karet bebas gula. Jenis inilah yang harus anda pilih sebagai bagian dari pengobatan gigi berlubang anda. Sementara permen karet yang mengandung pemanis haruslah anda hindari secara total.

Dengan mengunyah permen karet bebas gula setelah makan maka bisa membantu meremineralisasi enamel anda. Sebut saja permen karet yang mengandung xylitol telah diteliti secara ekstensif karena kemampuannya dalam merangsang aliran air liur, meningkatkan pH plak, dan mengurangi bakteri S. mutans penyebab gigi berlubang.

Selain itu, pastikan pula anda memilih permen karet bebas gula yang mengandung senyawa yang disebut casein phosphopeptide-amorphous calcium phosphate (CPP-ACP) yang juga mampu mengurangi bakteri S. mutans secara efektif melebihi permen karet xylitol. Meskipun nama senyawa tersebut terdengar asing, tetapi sebenarnya masih bisa anda temukan di toko-toko terdekat.

2. Tingkatkan Vitamin D

Vitamin D sangatlah penting untuk membantu tubuh dalam menyerap kalsium dan fosfat dari dalam makanan yang anda konsumsi. Penelitian bahkan telah memperlihatkan bahwa terdapat efek positif yang diberikan yogurt terhadap gigi berlubang bagi anak-anak.

Selanjutnya, sebuah tinjauan uji klinis terkontrol juga menemukan data yang menunjukkan bahwa asupan vitamin D bisa digunakan sebagai agen pencegahan terhadap gigi berlubang serta kerusakan (karies gigi).

Jadi, tidak hanya mampu mengatasi gigi berlubang yang tengah anda derita saat ini, tetapi juga bisa mencegah kondisi masalah oral tersebut menyerang anda dalam jangka panjang.  

Sebaliknya, kekurangan vitamin D bisa menyebabkan karies gigi, sekaligus membuat gigi lemah, rapuh, mudah patah, dan mudah retak. Dengan meningkatkan suplemen vitamin D anda, tentunya bisa menurunkan kemungkinan gigi berlubang anda tersebut hingga 47%, terutama pada anak-anak.

3. Gosok Gigi Dengan Fluoride

Pasta gigi yang mengandung fluoride juga memainkan peran penting terhadap pencegahan gigi berlubang serta membantu meremineralisasi enamel anda.

Fluoride sendiri merupakan mineral yang dapat mencegah kerusakan gigi sekaligus membalikkan atau bahkan menghentikan kerusakan gigi sedini mungkin. Caranya pun terbilang cukup jelas, yaitu:

  • Mencegah hilangnya mineral pada enamel gigi dan menggantikan mineral yang telah hilang.
  • Mengurangi kemampuan bakteri S. mutans dalam memproduksi asam di gigi.

Selain dengan menggunakan pasta gigi, anda pun boleh berkumur menggunakan obat kumur yang mengandung fluoride, atau lakukan keduanya untuk memberikan hasil yang lebih efektif.

4. Hindari Makanan Manis

Dikarenakan sudah menjadi salah satu penyebab gigi anda berlubang, maka makanan manis haruslah anda hindari secara total, atau paling tidak selama pengobatan berlangsung. Sayangnya, gula sudah merupakan bagian dari pola makan kita, sehingga akan membutuhkan upaya tambahan dalam menjalaninya.

Tetapi jika anda mampu melakukannya, maka dampak positif tidak hanya akan didapatkan oleh gigi anda, tetapi juga tubuh yang bisa terbebas dari kadar gula berlebih.

Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO – World Health Organization) saja mengatakan bahwa gula merupakan faktor paling utama seseorang terkena resiko gigi berlubang. Mereka pun menyarankan untuk selalu mengurangi kadar gula hingga kurang dari 10% dari total kalori harian kita.

Setelah anda mampu menghindari makanan manis, maka enamel anda pun akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk meremineralisasi dirinya sendiri secara alami. Sebaliknya, kehadiran gula di gigi akan menghambat proses menguntungkan tersebut.

Ketika gula dikonsumsi dan berinteraksi dengan bakteri di gigi, maka akan tercipta asam yang menyebabkan kerusakan gigi dengan cara melarutkan enamel secara perlahan-lahan sehingga gigi berlubang pun tercipta. Pada kasus yang lebih parah, kerusakan tersebut bisa berkembang menjadi abses gigi sehingga gigi anda pun harus dicabut.

5. Gunakan Tekhnik Oil Pulling

Oil pulling merupakan tekhnik kuno yang dilakukan dengan cara menggosok-gosokkan minyak – seperti minyak wijen atau kelapa – di mulut anda selama 20 menit, dan lalu meludahkannya.

Cara ini telah terbukti mampu mengurangi plak, radang gusi, dan sejumlah bakteri di mulut dengan tingkat keefektifan yang hampir sama dengan obat kumur klorheksidin.

Pada dasarnya, minyak kelapa saja sudah memiliki kemampuan dalam membunuh bakteri berbahaya di mulut, sekaligus berperan aktif dalam mengurangi penumpukan plak, mencegah kerusakan gigi, dan melawan penyakit gusi. Untuk alasan inilah, minyak kelapa seringkali digunakan sebagai bahan untuk tekhnik oil pulling di masa lalu.

6. Licorice

Sebuah ekstrak tanaman dari Cina yang dibuat menggunakan tanaman Licorice ternyata mampu memerangi bakteri yang bertanggung jawab terhadap gigi berlubang.

Manfaat dalam melawan kerusakan gigi tersebut datang dari senyawa yang dimilikinya bernama glycyrrhizin.

Di samping itu, menurut Journal of Natural Products sendiri menuliskan bahwa akar tanaman licorice tersebut mampu membantu menjaga agar gigi anda tetap sehat. Para penulis penelitian tersebut pun melaporkan bahwa senyawa yang terdapat dari dalam akar tanaman licorice kering memainkan peran penting terhadap efek dan manfaatnya tersebut.

Cara menggunakannya pun terbilang mudah. Anda hanya cukup menggosok-gosokkan akar tanaman licorice langsung ke permukaan gigi. Anda pun tak perlu khawatir mengenai rasanya, karena tanaman licorice memiliki rasa manis dan ramah di mulut.

Anda juga boleh mengonsumsi akar tanaman licorice dalam bentuk teh atau suplemen, tetapi penggunaannya hanya boleh dilakukan dalam jangka pendek saja. Hal ini karena mengonsumsi licorice setiap hari selama beberapa minggu bisa memberikan efek samping yang sangat parah hingga berpotensi kematian.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *