makanan kaya kolesterol

4 Tanda Terkena Kolesterol Tinggi! Ternyata Mematikan!

Banyak orang mengira bahwa orang sehat terbebas dari kolesterol. Padahal faktanya tidaklah demikian. Baik orang sehat maupun orang sakit akan memiliki kolesterol sepanjang usia mereka. Hal ini karena kolesterol diproduksi oleh tubuh anda secara alami setiap waktu.

Hanya saja hal yang membedakannya adalah kadar kolesterol yang terdapat dalam darah seseorang. Jika kadarnya terlalu tinggi, maka akan mendatangkan berbagai macam tanda dan komplikasi yang mematikan .

Apa Itu Kolesterol?

Secara sederhananya, kolesterol merupakan sejenis lemak yang ditemukan di dalam darah anda. Terdapat dua penyebab kenapa lemak tersebut hadir di sana. Pertama, diproduksi oleh hati anda. Kedua, anda mendapatkannya dari berbagai macam makanan seperti daging merah, telur, ikan, mentega, keju, susu, dan lain sebagainya.

Untuk alasan inilah pola makan sangat berperan penting dalam menjaga kadar kolesterol anda tetap normal. Sementara kelebihan kolesterol bisa mendatangkan berbagai macam masalah kesehatan terkait peredaran darah dimulai dari pembekuan darah, penyakit jantung, hingga masalah otak.

Gejala Kolesterol Tinggi

Sayangnya, kolesterol tinggi dalam darah cenderung tidak memiliki gejala sama sekali, sampai akhirnya berkembang menjadi komplikasi. Tetapi beberapa orang mengatakan bahwa tanda atau gejala dari tingginya kolesterol dalam darah berupa penyakit-penyakit yang muncul secara hampir bersamaan.

Dengan kata lain, gejala atau tanda dari kolesterol tinggi berupa komplikasi yang terdiri dari penyakit mematikan. Benar-benar mengerikan, bukan?

Jadi, alangkah baiknya anda mulai menjaga kadar kolesterol agar tidak lebih dari 200 mg/dL dengan cara menjaga pola makan dan gaya hidup sehat. Jika tidak, anda beresiko terkena komplikasi penyakit seperti yang sudah kami paparkan di bawah ini secara lengkap.

1. Stroke

Penumpukan plak yang disebabkan oleh kolesterol tinggi bisa menempatkan anda pada kondisi yang teramat berbahaya dikarenakan suplai darah ke bagian penting otak akan berkurang atau bahkan terputus. Akibatnya anda pun akan mengalami stroke.

Stroke sendiri termasuk ke dalam kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan medis dengan segera. Dapatkan pertolongan jika anda atau orang di sekitar anda mengalami beberapa gejala seperti:

  • Kehilangan keseimbangan dan koordinasi secara tiba-tiba.
  • Pusing secara tiba-tiba.
  • Asimetri wajah (kelopak mata dan mulut terkulai hanya pada satu sisi).
  • Ketidakmampuan untuk bergerak, terutama yang mempengaruhi hanya satu sisi tubuh.
  • Kebingungan.
  • Berbicara tak jelas.
  • Mati rasa di wajah, lengan, atau tungkai. Terutama di satu sisi tubuh.
  • Penglihatan kabur, menghitam, atau ganda.
  • Sakit kepala parah yang mendadak.

Untuk bisa membuat anda terkena stroke iskemik, kadar kolesterol jahat tidaklah harus mencapai 200 mg/dL, bahkan cukup dengan 130 mg/dL saja sudah bisa meningkatkan resiko secara drastis.

Jadi, para ahli kesehatan menyarankan kita untuk selalu mengecek kadar kolesterol dalam darah setidaknya satu kali setiap 5 tahun. Jika kolesterol LDL anda didapati memiliki kadar tinggi, kemungkinan besar anda harus menjalani pengobatan bersama dengan gaya hidup dan pola makan yang sehat.

2. Serangan Jantung

Tanda atau gejala mematikan lainnya akibat tingginya kadar kolesterol adalah serangan jantung. Arteri yang memasok darah ke jantung perlahan bisa menyempit karena penumpukan plak. Proses ini yang kemudian kita kenal dengan istilah aterosklerosis, yang mana terjadi secara perlahan dari waktu ke waktu tanpa anda sadari sama sekali.

Pada akhirnya, sepotong plak yang menumpuk tersebut akan terlepas, dan kemudian gumpalan darah pun terbentuk di sekitar potongan plak tersebut. Kondisi ini akan memblokir aliran darah ke otot jantung anda dan menghilangkan oksigen serta nutrisi.

Perampasan tersebut pun disebut sebagai iskemia. Ketika jantung rusak, atau bagian dari jantung anda mulai mati karena kekurangan oksigen, maka serangan jantung pun terjadi. Istilah medis untuk serangan jantung sendiri dikenal dengan nama infark miokard.

Resiko anda terkena serangan jantung pun akan semakin tinggi jika kadar kolesterol dalam darah anda sudah mencapai di atas 240 mg/dL atau lebih. Bahkan kadar kolesterol haruslah berada di bawah nilai 70 mg/dL bagi anda yang tengah menderita penyakit jantung atau pembuluh darah, dan 130 mg/dL bagi orang sehat.

3. Penyakit Arteri Perifer

Sering disingkat sebagai PAD (peripheral artery disease), kondisi ini terjadi akibat plak yang menumpuk di dinding arteri sehingga akan menghalangi pasokan darah ke ginjal, lengan, perut, tungkai, dan kaki.

PAD pun seringkali terjadi bersamaan dengan penyakit arteri koroner. Kedua kondisi ini tentunya bisa meningkatkan resiko anda sebanyak 6 hingga 7 kali lebih besar terkena pembekuan darah dan stroke.

Sebelum penyakit ini muncul, terdapat sebuah gejala paling awal yang disebut klaudikasio intermiten. Para penderitanya biasanya akan mengalami ketidaknyamanan di otot seperti kram, mati rasa, kesemutan, kelemahan, dan kelelahan. Tidak peduli bentuknya, klaudikasio ini muncul akibat otot-otot anda tidak mampu mendapatkan oksigen yang dibutuhkan.

Meskipun anda masih bisa menjalankan berbagai macam aktivitas ketika terkena PAD, tetapi tetap harus menjalani pengobatan karena tingginya kolesterol bisa mendatangkan komplikasi lainnya termasuk menyerang jantung dan otak.

Selain itu, tidak mendapatkan perawatan yang layak juga bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Disebutkan bahwa satu dari lima orang penderita PAD mengalami serangan jantung, stroke, dan bahkan kematian dalam kurun waktu 5 tahun saja.

Dokter anda biasanya akan meresepkan terapi aspirin atau obat lain seperti clopidogrel (Plavix) dengan tujuan untuk meningkatkan kembali aliran darah yang telah tersumbat.

Anda pun tentunya bisa menjalani sebuah terapi bernama statin untuk mencegah PAD berkembang menjadi mematikan. Dalam sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa para penderita PAD yang menjalani terapi statin cenderung mampu mengurangi kadar LDL dan terhindar dari kambuhnya penyakit kardiovaskular.

4. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kadar kolesterol yang tinggi ternyata memiliki keterkaitan yang sangat erat. Hal ini karena ketika arteri anda mengeras dan menyempit akibat penumpukan plak dan kolesterol, maka jantung anda pun akan memompa lebih keras untuk mengimbangi kurangnya aliran darah tersebut. Alhasil, anda pun akan terkena hipertensi.

Tekanan darah tinggi juga merupakan penyakit berbahaya yang tidak boleh anda sepelekan begitu saja. Maka dari itulah, anda harus selalu mengikuti anjuran dokter dan menjalankan pengobatan yang telah diresepkan.

Salah satu obat yang seringkali digunakan adalah antihipertensi dan anti-hiperlipidemia. Kedua jenis obat ini ditujukan untuk pengobatan penyakit terkait terutama pada pasien lanjut usia dan penderita diabetes.

Ada kemungkinan pula anda akan mendapatkan obat statin yang berfungsi dalam menurunkan kadar kolesterol dan melancarkan peredaran darah. Bahkan seorang ilmuwan dari Amerika Serikat telah menemukan bahwa statin tersebut ternyata memiliki efek yang positif bagi para penderita tekanan darah tinggi secara signifikan.

CDC juga menyarankan kita untuk menjalani pola makan sehat yang rendah akan garam, lemak total, lemak jenuh, dan – yang paling utama – kolesterol. Di saat yang bersamaan, tingkatkan pula makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran bersama dengan gaya hidup sehat seperti rajin berolahraga atau setidaknya berjalan 10 menit sebanyak 3 kali sehari.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *