4 Lokasi Sakit Kepala Ini Memiliki Arti dan Penyebabnya

Sakit kepala sudah sangat umum terjadi dan bisa menyerang siapa saja, terutama orang dewasa. Penyebab dan jenisnya pun beragam, tergantung dari lokasi dimana sakit itu berlangsung, maka anda pun mungkin akan membutuhkan pengobatan yang berbeda.

Meskipun biasanya anda tidak harus memeriksakan diri ke dokter, tetapi dalam kasus yang lebih parah itu bisa menjadi pertanda anda tengah menderita penyakit serius. Sayangnya, diperkirakan sakit kepala sudah mempengaruhi sepertiga hingga setengah orang dewasa dalam kurun waktu satu tahun saja.

Misalnya sakit kepala kronis yang ditandai dengan membandelnya sakit kepala hingga 15 hari atau lebih, telah mempengaruhi 1,7 hingga 4 persen orang dewasa. Angka ini tentunya mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati dan bertindak cepat agar mendapatkan pengobatan.

Tetapi sebelum anda buru-buru minum ibuprofen atau paracetamol yang dijual di warung, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu jenis sakit kepala yang tengah anda derita saat ini. Ciri-ciri yang paling mudah untuk dibedakan adalah lokasi dari sakit kepala itu sendiri beserta penyebabnya.

Tanpa basa-basi lagi, berikut adalah jenis dan penyebab sakit kepala berdasarkan lokasinya.

1. Terjadi Di Seluruh Area Kepala

Sakit yang terjadi di seluruh area kepala cenderung terasa seperti ada tali yang mengikat kencang kepala anda. Seringkali disebabkan oleh ketegangan dan menjadi salah satu jenis gangguan medis paling umum yang mempengaruhi banyak orang dewasa.

Sakit kepala tegang ini bisa anda rasakan pula di area dahi, dan bahkan dapat menyebar hingga ke area leher. Ketegangan pun terjadi akibat kontraksi otot di area kepala dan leher anda. Untungnya, sakit kepala ini bisa berlangsung hanya beberapa jam saja. Tetapi pada kasus lebih parah, anda mungkin akan mengalaminya selama berhari-hari.

Penyebab paling utama anda terkena sakit kepala ini sebagian besar karena adanya masalah leher atau stres. Tetapi faktor lainnya juga bisa menjadi biang kerok dari kondisi ini, seperti misalnya:

  • Kekurangan asupan kafein (bagi yang doyan minum kopi).
  • Terlalu mengerahkan tenaga fisik.
  • Kelaparan
  • Mabuk akibat minuman keras
  • Kelelahan
  • Menderita flu atau demam
  • Trauma kepala
  • Ketegangan mata atau menatap layar komputer terlalu lama
  • Terlalu banyak menggunakan obat sakit kepala, yang mana kondisi ini dikenal dengan istilah “sakit kepala rebound”.

Jika sakit kepala jenis ini tidak sembuh dalam kurun waktu 15 hari atau lebih, berarti anda tengah menderita sakit kepala kronis. Penting bagi anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

2. Sakit Kepala Sebelah

Tidak peduli sisi mana yang terkena (kiri atau kanan), sakit kepala sebelah memiliki satu tingkat keparahan di atas sakit kepala tegang. Secara umumnya, sakit kepala sebelah disebabkan oleh dua gangguan umum, diantaranya:

Migrain

Sakit kepala akibat migrain bisa terjadi secara berulang jika anda tidak mengatasinya dengan benar. Beberapa ciri dan gejala dari migrain seperti:

  • Nyeri berdenyut di kepala
  • Mual atau muntah
  • Migrain aura
  • Meningkatnya kepekaan terhadap kebisingan, cahaya, dan bau.
  • Kesulitan untuk fokus.

Sementara penyebabnya bisa hadir dalam berbagai macam faktor, termasuk perubahan senyawa di otak anda. Salah satu yang paling umum adalah rendahnya kadar serotonin.

Beberapa faktor resiko lainnya yang bisa menyebabkan anda terkena migrain diantaranya:

  • Suara bising
  • Cahaya terang
  • Jenis bau-bauan tertentu.
  • Makanan tertentu
  • Perubahan cuaca
  • Kurang tidur
  • Perubahan hormon
  • Telat makan
  • Dehidrasi

Tetapi perlu dicatat pula bahwa ada kalanya sakit kepala migrain datang dalam bentuk holokranial, artinya rasa sakit yang anda rasakan terjadi di seluruh area kepala, dan bukan di satu sisi saja.

Sakit Kepala Cluster

Sakit kepala Cluster

Sama halnya seperti migrain, sakit kepala cluster juga merupakan jenis sakit kepala yang mempengaruhi salah satu sisi bagian kepala saja. Rasa sakitnya biasanya terasa di belakang atau sekitar salah satu mata anda. Tetapi dalam kebanyakan kasus, rasa sakitnya pun akan menyebar hingga dahi, sisi kepala, hidung, leher, atau bahu di sisi yang sama.

Sesuai namanya “cluster” yang artinya siklus, sakit kepala jenis ini bisa terjadi dalam kurun waktu tertentu. Anda mungkin akan mengalaminya selama beberapa minggu atau bulan, yang diikuti dengan periode remisi.

Parahnya, sakit kepala cluster ini seringkali terjadi secara tiba-tiba dan rasa sakitnya akan semakin parah dalam kurun waktu 10 menit saja. Beberapa gejala yang paling umum terjadi diantaranya:

  • Sensasi terbakar atau menusuk di belakang atau sekitar salah satu mata anda
  • Mata merah dan berkaca-kaca
  • Pupil mata yang mengecil
  • Kelopak mata yang terlihat mengkulai
  • Bengkak di bawah atau sekita mata anda, bisa terjadi pada salah satu sisi mata atau bahkan kedunya.
  • Hidung meler atau tersumbat.
  • Merasa gelisah

Untungnya, baik migrain atau cluster bisa diobati dengan mudah. Tetapi jika pengobatan tersebut terlalu banyak dan sering digunakan, malah bisa menjadi faktor resiko anda kembali mengalami rasa sakit kepala sebelah yang mengganggu ini.

3. Sakit Kepala Bagian Depan

Sakit kepala yang terasa di belakang mata atau saluran hidung bisa saja disebabkan oleh alergi seperti demam, yang juga menghasilkan gejala mirip seperti flu biasa. Namun sulit sekali membedakan penyebab dari sakit kepala jenis ini.

Misalnya, sakit kepala bagian depan bisa saja menjadi pertanda anda akan terkena migrain atau karena ketegangan mata. Terdapat pula kemungkinan anda tengah menderita sinusitis, meskipun kasusnya jarang terjadi.

Akan lebih baik jika anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya secara pasti, apakah disebabkan oleh sinus ataupun migrain biasa.

4. Sakit Kepala Belakang

Sementara sakit kepala bagian belakang bisa disebabkan oleh arthritis leher. Rasa sakitnya pun cenderung semakin parah ketika anda bergerak. Jenis sakit kepala ini juga bisa terjadi akibat postur tubuh yang jelek atau masalah leher seperti hernia diskus.

Sakit kepala bagian belakang yang seringkali disertai dengan nyeri leher juga bisa menjadi pertanda “sakit kepala tekanan rendah”, atau dikenal dengan istilah hipotensi intrakranial spontan (SIH – spontaneous intracranial hypotension), yang mana terjadi akibat tekanan cairan tulang belakang yang terlalu rendah di otak.

Rasa sakit akibat SIH bisa anda kurangi dengan beristirahat dan tiduran. Jadi untuk mengurangi tingkat keparahannya, pastikan anda menghindari beberapa aktivitas seperti duduk, berdiri, batuk atau bersin, regangan, atau bahkan melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya.

Sakit kepala jenis ini pun bisa terjadi jika anda baru-baru ini menjalani lumbal pungsi, atau sebuah prosedur pengambilan cairan tulang belakang dan otak (serebrospinal). Jika sakit kepala ini terjadi setelah prosedur tersebut dan terasa semakin parah, segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang memadai.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *